kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Pilarmas Sekuritas memproyeksikan IHSG menguat hari ini


Senin, 19 Agustus 2019 / 08:36 WIB
Pilarmas Sekuritas memproyeksikan IHSG menguat hari ini
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia

Reporter: Yasmine Maghfira | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada perdagangan harian Jumat (16/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 29 poin atau 0,46% ke level 6.286,66. Sektor industri barang konsumsi dan properti bergerak positif menjadi kontributor terbesar pada kenaikan IHSG. Masing-masing sektor naik 2,35% dan 1,85%. Sementara, investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp 722 miliar. 

Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai salah satu sentimen dari global karena Amerika Serikat (AS) dan China akhirnya telah berbicara mengenai kerja sama mereka. Larry Kudlow, penasihat ekonomi Gedung Putih juga menyatakan bahwa panggilan telepon dengan negosiator AS dan China positif dan berpotensi membuka pintu untuk kesepakatan selanjutnya. Pertemuan telekonferensi telah dijadwalkan mulai dari pekan ini hingga 10 hari ke depan. 

Baca Juga: Harga emas turun dari level tertinggi, masih bertahan di atas US$ 1.500

Nico juga menilai pernyataan Kudlow bahwa tidak ada resesi untuk AS saat ini serta tak ada rencana baru untuk meningkatkan kegiatan ekonomi AS menjadi sentimen tambahan. Peter Navarro, penasehat perdagangan Gedung Putih juga mengatakan ekonomi AS sangat kuat hingga 2020 dan seterusnya.

Navaro pun membantah AS telah melihat inverted yield, yang merupakan sinyal resesi. Navarro menyatakan secara teknis ia dan timnya bukan melihat inverted yield, melainkan yield kurva datar bukan terbalik.

Nico juga menilai ada yang unik bahwa Navarro menolak penelitian dari University of Chicago, Fed Boston ataupun di tempat lain yang mengemukakan kenaikan tarif membuat AS memikul sebagian besar perubahan harga akibat perang tarif melawan China.

Baca Juga: IHSG hijau, ini 10 saham LQ45 dengan PER Terendah & Tertinggi (16/8)

Pelaku pasar dan investor juga menanti pernyataan Powell di Jackson Hole, Kansas pada Jumat (23/8) minggu ini. Sebab, hal itu akan menjadi kunci bagaimana The Fed membuat keputusan pada pertemuan rapat FOMC di bulan September mendatang. Sebagian besar pelaku pasar dan investor memperkirakan The Fed akan memangkas tingkat suku bunga sebesar 25 bps yang merupakan pemotongan lanjutan bulan Juli lalu. 

Sementara dari dalam negeri, seperti asumsi makro ekonomi di tahun 2020 menjadi faktor penguat IHSG Jumat lalu. Beberapa di antaranya seperti pertumbuhan ekonomi berada di 5,3% dengan konsumsi dan investasi sebagai penggerak utama; inflasi akan dijaga di tingkat 3,1%; nilai tukar diperkirakan di kisaran Rp 14.400 per dollar AS; serta tiga strageti kebijakan fiskal yang dicanangkan akan dilaksanakan pada tahun 2020. Pemerintah juga berencana menaikkan sektor wisata dengan memprioritaskan pembangunan empat destinasi pariwisata, seperti Danau Toba, Candi Borobudur, Labuan Bajo, dan Mandalika.

Baca Juga: Proyeksi IHSG: Investor Lebih Percaya Diri, Indeks Berpeluang Menguat

Berdasarkan faktor-faktor dari global dan dalam negeri tersebut, Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksikan IHSG memiliki peluang bergerak mix cenderung menguat terbatas pada Senin (19/8), serta diperdagangkan di area level 6.215-6.327.


Tag

Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×