Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) resmi diumumkan sebagai calon pelaksana Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) untuk wilayah panas bumi Cubadak Panti setelah memenangkan proses seleksi kompetitif oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Dalam hal ini, PGEO berhasil unggul dengan menempati peringkat pertama dengan nilai penilaian sebesar 87,01. Selanjutnya, PGEO akan melaksanakan ketentuan administratif sebagaimana diatur oleh pemerintah.
Wilayah PSPE Cubadak Panti terletak di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, Provinsi Sumatra Barat yang mencakup area seluas 29.897 hektare.
Baca Juga: Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Gandeng PLN IP Kembangkan Proyek Panas Bumi 530 MW
Berdasarkan data awal, wilayah ini diperkirakan memiliki potensi cadangan panas bumi (possible reserves) sebesar 77 megawatts electric (MWe).
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan Pertamina Geothermal Energy, Edwil Suzandi, mengungkapkan semangat perusahaan dalam mengembangkan potensi panas bumi nasional agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas.
Penugasan ini membuka peluang bagi PGEO untuk menambah cadangan sumber daya panas bumi di luar potensi Wilayah Kerja Panas Bumi eksisting sebesar 3 gigawatt (GW) yang dikelola saat ini.
"Hal ini juga mempertegas dukungan PGEO terhadap program pemerintah dalam mempercepat transisi energi, mendorong dekarbonisasi nasional, serta meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi atau energy mix Indonesia," terang Edwil dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (26/1/2026).
Baca Juga: PGEO Dapat Dukungan Danantara Garap Proyek Panas Bumi, Cermati Rekomendasi Sahamnya
Seperti yang diketahui, pemilihan ini mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penugasan Survei Pendahuluan dan Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi Panas Bumi, serta berpedoman pada Dokumen Pemilihan PSPE Panas Bumi.
Sebagai pionir pengembangan energi panas bumi di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, PGEO saat ini mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 megawatt (MW) dari enam wilayah operasi yang dikelola secara mandiri.
PGEO juga tengah mengembangkan sejumlah proyek strategis, di antaranya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Hululais Unit 1 & 2 (110 MW) serta proyek co-generation dengan total kapasitas mencapai 230 MW.
Baca Juga: Pertamina Geothermal (PGEO) Kembangkan Inovasi Alat Uji Sumur Panas Bumi
Selain proyek-proyek tersebut, PGE juga mempersiapkan pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 MW yang ditargetkan mencapai commercial operation date (COD) pada 2030.
Seluruh portofolio ini menjadi bagian dari upaya PGEO untuk memperkuat kontribusinya dalam mendukung swasembada energi nasional serta target Net Zero Emission pada 2060.
Selanjutnya: Aktivasi Akun Coretax DJP Tembus 12,5 Juta Wajib Pajak per 26 Januari 2026
Menarik Dibaca: Poco M8: Raja Layar Lengkung dan 4 Tahun Update, Siap Geser Pesaing?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













