kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.518   18,00   0,10%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pesona dollar memudar akibat aksi agresif the Fed


Minggu, 16 September 2012 / 09:30 WIB
ILUSTRASI. Manajer investasi akan lakukan rebalancing pada reksadana berbasis indeks saham


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Sepanjang pekan lalu, dollar AS tak bertenaga menghadapi mata uang Benua Biru. Bahkan, dollar AS mencatatkan pelemahan terbesar dalam 11 bulan terakhir versus euro.

Data Bloomberg menunjukkan, sepanjang pekan lalu, dollar AS keok 2,5% menjadi US$ 1,3130 versus euro setelah pada Jumat (14/9) sempat menyentuh level terlemah dalam empat bulan terakhir di level US$ 1,3169. Sedangkan jika berhadapan dengan yen, dollar mencatatkan penguatan 0,2% pada minggu lalu menjadi 78,39 yen. Sementara, pada periode yang sama, euro perkasa 2,7% menjadi 102,93 yen.

Pelemahan dollar AS terkait langkah the Federal Reserve yang menyatakan akan segera memulai untuk membeli aset-aset untuk mendongkrak perekonomian. Langkah the Fed tersebut diprediksi akan melemahkan nilai dollar AS.

"Adanya perubahan pernyataan kebijakan dari the Fed merupakan kejutan bagi investor yang menyukai risiko. Faktor pelemahan dollar lainnya adalah Bank Sentral Eropa, yang juga telah mengumumkan aksi agresif untuk mempertahankan euro," papar Andrew Wilkinson, chief economic strategist Miler Tabak di New York.

Wikinson memprediksi, euro akan rally ke level US$ 1,3450 pada akhir tahun mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×