kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,51   7,16   0.77%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pertumbuhan Penjualan Ace Hardware (ACES) Terkontraksi, Simak Rekomendasi Sahamnya


Senin, 28 Maret 2022 / 16:12 WIB
Pertumbuhan Penjualan Ace Hardware (ACES) Terkontraksi, Simak Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. Petugas memeriksa kipas angin yang dijual pada gerai Ace Hardware.


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Periode kuartal I-2022 diyakini bukan jadi periode yang baik bagi PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES). Kendati begitu, emiten ritel ini diyakini dapat memulihkan kinerjanya pada kuartal II-2022 dan seterusnya.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Andreas Kenny mengatakan, pertumbuhan penjualan di toko yang sama alias Same Sales Store Growth (SSSG) ACES kembali terkontraksi pada bulan Februari. Tercatat, SSSG ACES pada bulan Februari sebesar -12,6%. Padahal pada Januari, SSSG ACES sudah terkontraksi 4,5%. 

“Turunnya level SSSG ACES pada Februari tidak terlepas dari kenaikan kasus Covid-19 yang mengakibatkan diberlakukannya PPKM sehingga jumlah kunjungan ke mall menurun. Tapi, SSSG ACES dalam dua bulan pertama di tahun ini sebenarnya masih relatif sejalan dengan proyeksi kami,” kata Kenny kepada Kontan.co.id, Senin (28/3).

Kendati begitu, ia meyakini bulan Maret akan jadi periode yang lebih baik bagi ACES. Pasalnya, memasuki minggu pertama bulan Maret, tingkat kunjungan ke mall sudah kembali pulih. 

Baca Juga: Sampai Akhir 2022, ACE Hardware Indonesia (ACES) Berencana Buka 15 Gerai Baru

Hal ini berpotensi membuat SSSG kembali ke level middle - low negatif single digit untuk bulan Maret. Di satu sisi, ACES juga mengadakan bazar dengan diskon mencapai 70% yang menurutnya bisa mendorong penjualan jadi lebih baik.

Senada, analis CGS CIMB Sekuritas Patricia Gabriela dalam risetnya pada 7 Maret menuliskan, dengan kasus Omicron yang sudah mencapai puncaknya pada Februari, maka diperkirakan SSSG ACES akan pulih secara bertahap pada Maret. Lalu, memasuki April dan seterusnya akan mengalami normalisasi. 

Kendati begitu, ia memangkas proyeksi SSSG ACES pada tahun ini dari semula 10% menjadi 5,5%. Menurut Patricia, hal ini seiring dengan potensi turunnya penjualan ACES pada kuartal I-2022 sebelum akhirnya akan naik pada kuartal-kuartal berikutnya. 

Patricia menyoroti, sejauh ini ACES punya channel penjualan online yang solid. Hal ini tercermin dari kontribusi penjualan online pada tahun 2021 yang mencapai 20%, padahal pada 2019 hanya berkontribusi 1%. Selain melakukan penjualan melalui website Ruparupa, ACES juga memasarkan produknya di e-commerce. 

Namun, Patricia bilang, produk ACES jarang ditampilkan sebagai opsi pertama pada kolom pencarian. Tak hanya itu, dari sisi harga juga tidak terlalu kompetitif karena rata-rata lebih mahal 8%-17% dibanding produk serupa. 

Walau begitu, menurutnya ACES justru punya base pelanggan yang solid dan setia. 

“Pada akhir kuartal III-2021, tercatat anggota ACES yang sebanyak 3,7 juta telah berkontribusi terhadap 73,6% penjualan, selain itu, rata-rata keranjang pembelian juga naik 29% dibanding periode yang sama sebelumnya,” imbuh Patricia. 

Lebih lanjut, dengan kenaikan harga komoditas seperti batubara dan CPO, Patricia menyebut pendapatan disposable target market ACES akan ikut naik. Hal ini pada akhirnya akan memperkuat pandangannya bahwa tingkat kunjungan ke toko maupun penjualan ACES akan pulih seiring dengan meredanya kekhawatiran pembeli terhadap Covid-19.

 

Pada tahun ini, Patricia memproyeksikan ACES akan memperoleh pendapatan sebesar Rp 7,58 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 609 miliar.

Patricia merekomendasikan beli untuk saham ACES dengan target harga Rp 1.300 per saham. 

Senada, Andreas juga merekomendasikan beli dengan target harga Rp 1.400 per saham.

“Saham ACES memang berada dalam tren koreksi seiring dengan dikeluarkannya dari indeks LQ45 dan pemulihan yang belum optimal. Tapi, dengan adanya momentum bulan puasa dan hari raya, biasanya akan mengangkat harga saham emiten ritel,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×