kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Pertumbuhan Ekonomi RI Masih Ditopang Utang, Begini Rekomendasi JP Morgan


Kamis, 04 September 2025 / 21:27 WIB
Pertumbuhan Ekonomi RI Masih Ditopang Utang, Begini Rekomendasi JP Morgan
ILUSTRASI. JP Morgan menyarankan agar mendorong perusahaan dana pensiun, baik swasta dan negeri untuk menjadi market maker di pasar saham Indonesia.. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/04/09/2025


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. JP Morgan menyarankan pemerintah untuk mendorong perusahaan dana pensiun, baik swasta maupun negeri, serta Sovereign Wealth Fund (SWF) agar menjadi market maker di pasar saham Indonesia

CEO & Senior Country Officer JP Morgan Indonesia Gioshia Ralie mengatakan pihaknya sudah menyampaikan sarannya itu secara langsung kepada pemerintah. Bukan tanpa alasan, usulan ini datang karena berkaca dari bursa lain. 

Dia mencontohkan, Employee Provident Fund asal Malaysia telah mengalokasikan 42% dana kelolaan alias Asset Under Management (AUM) US$ 300 miliar untuk diinvestasikan di bursa saham Malaysia.

Baca Juga: Ini Prospek Ekonomi Indonesia Menurut JP Morgan

“Dana pensiun harus menjadi market maker di Bursa saham, melakukan buy dan sell seperti trader. Ini diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan investor domestik dan investor asing,” ucapnya, Kamis (4/9). 

Memang kalau dibandingkan dana pensiun di Indonesia porsinya masih kecil. BPJS Ketenagakerjaan Rp 837,26 triliun per Juni 2025 dengan penambahan saham sebesar Rp 61,71 triliun. 

Artinya, porsi dana BPJS Ketenagakerjaan di pasar saham hanya 7,37%. Sebenarnya, BPJS Ketenagakerjaan masih punya ruang untuk meningkatkan investasinya di pasar saham. 

Baca Juga: Ini Tiga Sektor Pilihan JP Morgan untuk Sisa Tahun 2025

Berdasarkan PP Nomor 99 Tahun 2013, investasi berupa saham di Bursa Efek Indonesia oleh BPJS Ketenagakerjaan untuk setiap emiten paling tinggi 5% dari jumlah investasi dan seluruhnya paling tinggi 50% dari jumlah investasi. 

Giosha bilang hal ini perlu dilakukan sebagai strategi pendalaman pasar. Menurutnya, dalam 10 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Indonesia masih ditopang oleh utang sehingga perlu mesin pertumbuhan baru. 

“Dalam 10 tahun terakhir, pertumbuhan Indonesia didorong oleh utang saat ini utang pemerintah dan korporasi sudah tinggi. Sudah seharusnya sumber pertumbuhan berasal dari ekuitas,” kata dia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×