kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Pertahanan minyak jebol, turun 3,56% di New York


Kamis, 01 September 2016 / 08:01 WIB


Sumber: CNBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Pertahanan minyak jebol lagi. Tadi malam (31/8) di New York, harga minyak dunia mengalami penurunan sebesar 3% lebih.

Mengutip data CNBC, harga minyak WTI ditutup dengan penurunan US$ 1,65 atau 3,56% menjadi US$ 44,70 per barel.

Sedangkan harga minyak Brent ditutup turun 2,75% menjadi US$ 47,04 sebarel.

Meski demikian, sepanjang Agustus, harga minyak Brent sudah naik 11% dan WTI naik 8%.

Anjloknya harga minyak terjadi setelah data yang dirilis pemerintah AS menunjukkan adanya penambahan cadangan minyak AS yang lebih besar dari prediksi. Di sisi lain, jumlah penurunan bensin hanya sedikit.

Harga minyak tertekan sejak awal pekan akibat penguatan dollar serta ekspektasi kesepakatan pembekuan produksi minyak oleh anggota OPEC. Selain itu, analis menilai, data mengenai supply-demand dari Energy Information Administration dapat memicu tren bearish harga minyak.

EIA bilang, cadangan minyak AS akan naik untuk dua pekan beruntun ke posisi 2,3 juta barel pada pekan lalu. Angka ini jauh lebih tinggi dari ekspektasi analis yang meramal kenaikan sebesar 921.000 barel.

"Saya akan menyebut hal ini tiga faktor bearish minyak," jelas Tariq Zahir, trader Tyche Capital Advisors di New York.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×