Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.578
  • SUN95,67 0,00%
  • EMAS656.000 -0,46%

Perseteruan dagang AS-China masih membayangi rupiah pekan ini

Jumat, 07 Desember 2018 / 18:18 WIB

Perseteruan dagang AS-China masih membayangi rupiah pekan ini
ILUSTRASI. NILAI TUKAR RUPIAH

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkembangan perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China menjadi sentimen utama yang menggerakkan nilai tukar rupiah sepekan ini. Mengutip Bloomberg, di pasar spot, Jumat (7/12), rupiah menguat 0,28% ke Rp 14.480 per dollar AS. Selama sepekan rupiah tercatat melemah 1,24%.

Sementara, pada kurs tengah Bank Indonesia, rupiah melemah 0,22% ke Rp 14.539 per dollar AS. Dalam sepekan, rupiah tercatat melemah 1,39%.


Analis Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra mengatakan, rupiah sempat menguat di awal pekan karena terpicu kesepakatan AS dan China yang menunda penerapan kenaikan tarif impor hingga Januari 2019.

"Sepakatnya AS dan China menunda penerapan tarif yang baru memberikan sentimen positif pada aset berisiko termasuk mata uang emerging market, rupiah," kata Putu, Jumat (7/12).

Namun, hingga akhir pekan ini penguatan rupiah terkoreksi karena pelaku pasar mulai ragu. Hubungan AS dan China kembali memanas karena munculnya isu penangkapan direktur keuangan perusahaan raksasa telkom China, Huawei di Kanada. "Isu ini memicu ekspektasi AS dan China hubungannya bisa memanas lagi, ini menyebabkan dollar AS jadi buruan dibanding aset berisiko," kata Putu.

Selain itu, proyeksi melambatnya ekonomi global yang semakin santer membuat rupiah berbalik tertekan. Tapi, Putu menilai pelemahan rupiah di akhir pekan ini tidak terlalu dalam karena tertahan data cadangan devisa dalam negeri yang dirilis naik menjadi US$ 117,2 miliar. Cadangan devisa ini naik dibanding periode Oktober yang ada di US$ 115,2 miliar.

Untuk pergerakan rupiah sepekan depan bergantung pada hasil data tenaga kerja AS yang rilis malam nanti. Jika data tenaga kerja AS lebih rendah dari ekspektasi, maka rupiah berpeluang menguat.

Namun, jika data tenaga kerja AS dirilis lebih baik daripada ekspektasi, maka rupiah berpotensi melemah tetapi tidak dalam. Selain itu rupiah berpotensi menguat karena perekonomian AS diindikasikan melambat dalam jangka pendek karena pergerakan yield tenor pendek lebih tinggi daripada yield tenor panjang.

Putu memproyeksikan sepekan depan rupiah berada di rentang Rp 14.280 per dollar AS hingga Rp 14.640 per dollar AS di tengah sentimen dalam negeri yang minim.

Reporter: Danielisa Putriadita
Editor: Wahyu Rahmawati

Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0633 || diagnostic_web = 0.3800

Close [X]
×