Reporter: Rashif Usman | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) dinilai masih memiliki prospek positif pada 2026, meskipun persaingan di sektor ritel modern tetap ketat.
Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menilai ekspansi agresif melalui pembukaan 27 gerai baru sepanjang 2025, serta keberhasilan rebranding AZKO yang telah menjangkau 15 wilayah lapis kedua dan ketiga, menjadi pendorong utama pertumbuhan jangka menengah perusahaan.
“Strategi tersebut memperluas addressable market ACES ke daerah dengan tingkat penetrasi ritel modern yang masih rendah, sekaligus mengurangi ketergantungan pada kota-kota besar yang persaingannya lebih tinggi,” ujar Azis kepada Kontan, Kamis (29/1/2026).
Baca Juga: Kinerja Merdeka Battery (MBMA) Dipengaruhi Harga Nikel, Cek Rekomendasi Sahamnya
Dari sisi makroekonomi, pelonggaran kebijakan moneter dan fiskal diharapkan dapat mendorong pemulihan daya beli masyarakat. Apabila daya beli membaik, kondisi ini berpotensi menopang pertumbuhan pendapatan ACES. Namun, jika pemulihan konsumsi belum berjalan optimal, hal tersebut dapat menjadi tantangan ke depan.
Meski demikian, Azis menilai efisiensi yang dihasilkan dari proses rebranding masih mampu menjaga kinerja laba perseroan.
“Kami memperkirakan kinerja ACES pada 2026 cenderung moderat, dengan sejumlah tantangan yang berpotensi menekan top line, seperti daya beli dan ketidakpastian geopolitik global,” tambahnya.
Sementara itu, Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai secara teknikal pergerakan saham ACES masih berada dalam tren bearish. Kendati demikian, pada perdagangan terakhir, pola candle harian membentuk long lower shadow yang mengindikasikan adanya perlawanan kuat dari sisi pembeli.
“Jika harga mampu menembus level Rp 408, maka terdapat peluang terjadinya rebound,” ujar Reza.
Azis merekomendasikan strategi trading buy saham ACES dengan target harga di kisaran Rp 422–Rp 426 dan level support pada Rp 388–Rp 384.
Adapun Reza menyarankan buy on breakout di level Rp 408, dengan target resistance Rp 424–Rp 436 serta stop loss di bawah Rp 390 per saham.
Baca Juga: OJK Akan Berkantor di Gedung BEI Imbas IHSG Anjlok Dua Hari Beruntun
Selanjutnya: Tesla Akan Kucurkan Belanja Modal US$ 20 Miliar untuk Kembangkan Mobil Listrik Otonom
Menarik Dibaca: 7 Tips Membuat Smoothie yang Aman untuk Gula Darah, Coba yuk!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












