kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.946.000   102.000   3,59%
  • USD/IDR 16.807   4,00   0,02%
  • IDX 8.147   24,12   0,30%
  • KOMPAS100 1.146   9,03   0,79%
  • LQ45 833   9,07   1,10%
  • ISSI 287   -1,72   -0,60%
  • IDX30 433   3,38   0,79%
  • IDXHIDIV20 520   5,37   1,04%
  • IDX80 128   1,27   1,00%
  • IDXV30 142   0,85   0,61%
  • IDXQ30 140   0,75   0,54%

Pernyataan Jokowi soal merek asing di rest area belum pengaruhi Mitra Adiperkasa


Senin, 16 Juli 2018 / 17:42 WIB
Pernyataan Jokowi soal merek asing di rest area belum pengaruhi Mitra Adiperkasa
ILUSTRASI. STARBUCKS Coffee


Reporter: Yoliawan H | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pernyataan Presiden Joko Widodo untuk lebih memprioritaskan produk dalam negeri dibandingkan produk-produk asing yang ada di rest area tol sepertinya belum berpengaruh besar terhadap bisnis pemegang merek dagang asing. Dalam kunjungan Jokowi ke gerbang tol Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, keluar pernyataan untuk mengganti makanan dan minuman asing dengan produk dalam negeri.

Salah satu gerai yang bertebaran di rest area adalah Starbucks milik PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB) dan induk usahanya, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). Selama ini bisnis makanan dan minuman menyumbang pendapatan 14% terhadap penjualan total MAPB, termasuk Starbucks yang disinggung Jokowi. Asal tahu saja, di kuartal I 2018 penjualan MAPB sebesar Rp 535,44 miliar atau tumbuh 21,99% yoy.

Analis Senior PT Infovesta Utama, Praska Putrantyo menilai, pernyataan Jokowi tersebut jika dilihat sisi positifnya dimaksudkan agar ada pemerataan ekonomi khususnya agar produk dalam negeri pun dapat membanjiri rest area. “Apabila menyinggung ke area eksisting tol tentu akan mempengaruhi kinerja MAPI. Tapi jika wacana ini untuk area tol baru maka hanya akan mengganggu potensi ekspansi saja,” ujar Praska saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Senin (16/7).

Dengan kata lain dampak yang terjadi tidak akan terlalu besar. Karena strategi ekspansi gerai tidak melulu harus di area tol melainkan banyak potensi tempat ramai lain yang lebih baik seperti mal.

Dari sisi fundamental pun MAPI terlihat masih moncer. Penjualan dan pendapatan usaha di kuartal I 2018 sebesar Rp 4,31 triliun, naik 19,39%. Laba sebesar Rp 369,31 miliar tumbuh 534% yoy dari tahun sebelumnya sebesar Rp 58,61 miliar.

“MAPI bisa dikoleksi karena secara kinerja bagus dan ini hanya kemungkinan mengganggu lini bisnis food and beverage. Dan, ada lini bisnis lain yang dapat menunjang seperti dari pakaian,” ujar Praska.

Untuk jangka pendek, menurut Praska, bisa dicermati untuk masuk MAPI di level Rp 750 sampai Rp 820 dengan target harga Rp 900. Hari ini, harga saham MAPI turun 2,50% ke Rp 780 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×