kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.989   76,00   0,42%
  • IDX 5.616   -27,42   -0,49%
  • KOMPAS100 723   -4,54   -0,62%
  • LQ45 551   -1,81   -0,33%
  • ISSI 195   -1,61   -0,82%
  • IDX30 313   -1,36   -0,43%
  • IDXHIDIV20 387   -2,33   -0,60%
  • IDX80 82   -0,51   -0,62%
  • IDXV30 106   -1,06   -1,00%
  • IDXQ30 101   -0,39   -0,38%

Permintaan sukuk global oversubscribe tiga kali lipat, ini kata pengamat


Minggu, 06 Juni 2021 / 18:56 WIB
ILUSTRASI. Permintaan sukuk global oversubscribe tiga kali lipat, ini kata pengamat


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Noverius Laoli

Terlebih lagi, sukuk global kali ini berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS). Fikri melihat hal ini juga menjadi salah satu risiko ke depannya. Kestabilan nilai tukar rupiah akan menjadi kunci dalam pembayaran bunga pokok. Apabila rupiah dalam kondisi melemah, tentu pembayaran bunga pokok akan jadi lebih terbebani.

“Namun, dengan kondisi makro kita yang akan terus membaik ke depan, pertumbuhan ekonomi mulai pulih, dan nilai tukar rupiah bisa terjaga, yield Indonesia ke depan bisa akan terus turun,” terang Fikri. 

Adapun, pada Jumat (4/6), yield SBN acuan 10 tahun berada di level 6,41%. Fikri meyakini, jika kondisi positif tadi terjadi, yield SBN acuan 10 tahun akan bergerak ke arah 6,0% pada akhir tahun nanti. Begitu pun Ramdhan, ia juga memperkirakan yield SBN 10 tahun akan berada pada rentang 6,0% - 6,2%.

Selanjutnya: Pasar obligasi tetap prospektif hingga akhir tahun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×