kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Permintaan pada reksadana non saham meningkat


Minggu, 13 Agustus 2017 / 19:50 WIB


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - Penurunan dana kelolaan dan unit penyertaan yang terjadi pada industri reksadana juga menimpa PT Panin Asset Management. Berdasarkan informasi pada webiste PT Panin Asset Management total dana kelolaan reksadana saham pada Juli 2017 berjumlah Rp 6,49 triliun. Jumlah ini turun 9, 10% secara ytd dari Desember 2016 yang berjumlah Rp 7,14 triliun.

Menurut Rudiyanto, Direktur Panin Asset Management, performa reksadana saham secara umum pada tahun 2017 kurang baik meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik. Ditambah, kinerja reksadana berbasis obligasi malah menunjukkan kinerja yang baik. "Hal ini menjadi salah satu kemungkinan penyebab meningkatnya permintaan reksadana yang non saham," kata Rudiyanto, Jumat (11/8).

Memang benar, tercatat data Infovesta Utama di periode yang sama reksadana campuran tumbuh 18,30%, reksadana pendapatan tetap tumbuh 25,09% dan reksadana pasar uang tumbuh 8,39%.

Sementara Tandy Cahyadi, Head of Business Development Majoris Asset Management beranggapan, turunnya dana kelolaan reksadana saham berjalan cukup wajar. "Karena dinamika pasar saja, mungkin secara umum minat investor belum ke reksadana saham," kata Tandy.

Kedepan Tandy memperkirakan reksadana saham masih memiliki potensi pertumbuhan dana kelolaan yang cukup baik, mengingat saat ini masyarakat mulai mengenal investasi. "Sadar keperluan investasi jangka panjang juga sudah semakin meningkat di masyarakat," kata Tandy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×