kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Permintaan melemah, harga tembaga terkoreksi


Selasa, 03 Juli 2012 / 06:37 WIB
ILUSTRASI. Harga mobil bekas Ford Ranger terjangkau, dari Rp 60 juta per Juni 2021


Reporter: Harry Febrian | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Tembaga kembali melemah. Penyebab harga komoditas logam itu melandai adalah persediaan yang semakin menumpuk di bursa berjangka London. Pasar juga meragukan dampak positif Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa terhadap ekonomi global.

Persedian tembaga yang dimonitor London Metal Exchange (LME) per 29 Juni 2012, naik menjadi 257.150 ton. Sepanjang Juni, persediaan tembaga meningkat sebesar 11%. Ini merupakan kenaikkan bulanan pertama sejak September 2011. Itu bisa diartikan, permintaan terhadap tembaga menyusut.

Indeks manufaktur China sebagai konsumen tembaga terbesar di dunia, melemah ke level terendah dalam tujuh bulan di Mei 2012. HSBC Holdings Plc dan Markit Economics, Senin (2/7), menyatakan, data manufaktur China per Mei 2012, turun dari 48,4 menjadi 48,2. Angka di bawah 50 menunjukkan ekspansi di sektor riil lemah.

Harga tembaga untuk pengiriman September 2012 di Bursa Comex, per kemarin pukul 19:00 WIB, melemah 0,82% menjadi US$ 3,4675 per pon. Namun harga tembaga untuk pengiriman tiga bulan di Bursa London, per Jumat (29/6) pukul 19:00 WIB, masih menanjak sebesar 4,06% menjadi US$ 7.685 per ton.

Harga tembaga, akhir pekan lalu, menguat, setelah para pemimpin negara anggota Uni Eropa menghasilkan sejumlah keputusan yang dipandang positif untuk menyelesaikan krisis utang. "Namun, pasar komoditas masih bearish," ujar Guy Wolf, Strategist di Marex Spectron Group., seperti dikutip Bloomberg.

Sentimen negatif untuk tembaga, juga datang dari Korea Selatan. Negeri itu memangkas proyeksi pertumbuhan ekspor di tahun ini. Daya tarik tembaga makin pudar karena tren penguatan dollar Amerika Serikat (AS) belum berakhir.

Analis Senior Harvest International Futures, Ibrahim, melihat, mayoritas komoditas, tidak bisa menghindari koreksi, setelah euforia KTT Uni Eropa memudar. "Pasar akan menunggu keputusan pengumuman suku bunga dari European Central Bank (ECB), pekan ini," ujar Ibrahim.

Peningkatan permintaan tembaga di semester-II dari pembangunan infrastruktur diharapkan bisa mengangkat harga tembaga. Pekan ini, ia memprediksi harga tembaga bisa terkoreksi hingga mencapai US$ 7.585 per ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×