kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45869,49   -13,44   -1.52%
  • EMAS937.000 0,43%
  • RD.SAHAM -0.64%
  • RD.CAMPURAN -0.17%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Permintaan lelang SBSN pekan depan diprediksi mengalami kenaikan


Minggu, 18 April 2021 / 15:26 WIB
Permintaan lelang SBSN pekan depan diprediksi mengalami kenaikan
ILUSTRASI. Lelang Surat Berharga Negara Syariah (SBSN)


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan kembali menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Selasa (20/4). Pada lelang kali ini, pemerintah mematok target indikatif sebesar Rp 10 triliun.

Pada lelang SBSN sebelumnya (6/4), jumlah penawaran yang masuk hanya mencapai Rp 14,56 triliun, sekaligus menjadi jumlah penawaran yang terendah sepanjang tahun ini. Asal tahu saja, dalam empat kali lelang SBSN terakhir, jumlah penawaran yang masuk terus mengalami penurunan.

Namun, Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana meyakini, lelang SBSN besok akan mengalami kenaikan jumlah penawaran yang masuk. Ia berkaca dari kondisi lelang SBN Selasa (13/4) yang mengalami kenaikan permintaan.

“Dari sisi risiko global sudah mulai turun, hal ini akan membuat dari sisi permintaan akan mengalami pemulihan, khususnya dari investor asing. Akan tetapi, minat investor asing terhadap SBSN kan tidak setinggi SBN, sehingga kenaikan permintaan akan cenderung terbatas,” kata Fikri ketika dihubungi Kontan.co.id, Minggu (18/4).

Lebih lanjut, Fikri menjelaskan, risiko global yang turun di satu sisi akan memicu tumbuhnya permintaan investor domestik.

Baca Juga: Pemerintah akan melelang 6 seri SBSN dengan target Rp 10 triliun pada Selasa (20/4)

Apalagi, The Fed sudah memberi pernyataan bahwa tidak akan terjadi taper tantrum di Amerika Serikat. Hal ini terlihat dari aksi The Fed yang melakukan pembelian obligasi AS.

Dus, Fikri meyakini hal tersebut akan membuat pergerakan yield US Treasury lebih stabil. Dengan demikian, akan memberi dampak positif terhadap pergerakan yield obligasi Indonesia yang pada akhirnya bisa membuat investor domestik lebih confident untuk masuk ke pasar primer.

“Secara real yield, obligasi Indonesia itu masih sangat menarik, inflasi kita juga masih di bawah AS. Sehingga ini diharapkan bisa menarik minat investor asing maupun investor domestik,” tambah Fikri.

Pada lelang SBSN esok, Fikri memperkirakan Seri PBS029 akan jadi incaran para peserta untuk mendapatkan yield paling optimal.

Namun, tidak menutup kemungkinan seri bertenor pendek juga akan menjadi yang paling diburu untuk meminimalisir risiko volatilitas ke depan.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×