kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.779   -88,00   -0,49%
  • IDX 6.502   107,46   1,68%
  • KOMPAS100 842   17,11   2,07%
  • LQ45 639   11,27   1,80%
  • ISSI 229   4,24   1,89%
  • IDX30 356   5,32   1,52%
  • IDXHIDIV20 433   5,05   1,18%
  • IDX80 96   1,89   2,00%
  • IDXV30 121   1,43   1,20%
  • IDXQ30 113   1,57   1,41%

Perkuat bisnis e-health, Kalbe Farma (KLBF) lakukan penyertaan modal


Selasa, 24 Agustus 2021 / 20:09 WIB
ILUSTRASI. Obat-obatan produksi PT Kalbe Farma Tbk.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten farmasi, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), tengah berupaya memperkuat bisnis digital di bidang kesehatan (e-health). Langkah tersebut ditempuh melalui keterlibatan penyertaan modal anak usaha KLBF.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Senin (23/8), terdapat perjanjian penyertaan modal PT Karya Hasta Dinamika (KHD) oleh Shoalter Technology International Limited (Shoalter).

KHD merupakan salah satu entitas anak usaha KLBF yang didirikan pada 28 Januari 2016. Perusahaan ini bergerak di bidang jasa e-commerce, web portal, dan layanan antar.

Sementara itu, Shoalter Technology International Limited merupakan anak usaha KLBF dari Hongkong Technology Venture Company Limited yang dimiliki secara tidak langsung dan berdomisili di Hongkong.

Baca Juga: Simak rekomendasi saham Kalbe Farma (KLBF) dari NH Korindo Sekuritas

 

“Tujuan dari kerja sama investasi ini adalah untuk memperkuat bisnis digital e-health,” tulis Lukito Kurniawan Gozali, Corporate Secretary Kalbe Farma dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (24/8).

Adapun total investasi yang dikeluarkan oleh Shoalter dan KLBF masing-masing adalah sekitar Rp 72 miliar dan Rp 234 miliar. Penyertaan modal akan dilakukan kemudian setelah seluruh persyaratan dan ketentuan terpenuhi.

Manajemen KLBF memastikan bahwa aktivitas penyertaan modal tersebut tidak berdampak material.

Sebagai catatan, KLBF mencetak kenaikan penjualan bersih sebesar 6,63% (yoy) menjadi Rp 12,37 triliun pada semester I-2021. KLBF juga membukukan kenaikan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 7,97% (yoy) menjadi Rp 1,49 triliun.

Selanjutnya: Menkeu: Target penerimaan perpajakan tahun 2022 disusun dengan cermat dan rasional

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×