kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Pergerakan pasar modal menanti RDG BI dan pilkada serentak pekan depan


Minggu, 24 Juni 2018 / 16:09 WIB
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia


Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di pekan terakhir Juni ini, ada dua kejadian penting yaitu Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang memiliki dampak terhadap pasar modal Indonesia.

Analis MNC Sekuritas Edwin Sebayang memperkirakan, bulan September dan Desember nanti The Fed akan menaikkan suku bunga acuan lagi. Maka, ia memperkirakan BI akan menaikkan 7-day reverse repo rate dalam RDG BI 28 Juni sebesar 25 bps.

"Tetapi, saya perkirakan BI akan melanjutkan kenaikkan 7DRR hingga akhir tahun 2018," katanya, Minggu (24/6).

Edwin bilang dampak kenaikkan 7DRR sangat negatif bagi GDP Indonesia dan tentunya berpengaruh terhadap kinerja emiten secara keseluruhan, di mana akan ada penurunan target perdapatan dan laba bersih ke depan.

"Akibatnya karena investor akan melakukan aksi jual karena mengetahui bahwa suku bunga akan naik cukup agresif. Dan itu berpengaruh terhadap IHSG", imbuhnya.

Edwin juga menambahkan bahwa faktor kejatuhan harga komoditas dan nilai tukar rupiah yang sudah berada di level Rp 14.100 per dollar AS turut menjadi sentimen negatif bagi IHSG.

Soal pengaruh pilkada serempak, Edwin bilang tidak banyak pengaruhnya karena hanya menyumbang sedikit terhadap sektor konsumsi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×