kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pergerakan Market Aset Kripto Belum Sepenuhnya Optimal


Kamis, 02 Juni 2022 / 10:49 WIB
Pergerakan Market Aset Kripto Belum Sepenuhnya Optimal
ILUSTRASI. Pergerakan nilai aset kripto Terra (LUNA) pada Jumat (13/5/2022).


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pergerakan market aset kripto tampaknya belum sepenuhnya optimal. Padahal sejak awal pekan lalu, sejumlah aset kripto reli kencang, namun mulai kehabisan “bensin” untuk meneruskan lajunya ke zona hijau.

Misalnya saja, Bitcoin (BTC) sempat melewati level psikologisnya di harga US$ 30.000, tapi tidak berlanjut bullish dan kembali anjlok ke US$ 29.850 dari pantauan situs CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB. 

Trader Tokocrypto Afid Sugiono, menjelaskan pergerakan market ini dipengaruhi oleh investor yang sepertinya memanfaatkan momentum reli harga kripto untuk melakukan aksi ambil untung atau taking profit. Mereka tidak mau lama menunggu untuk mendapatkan profit, ketika harga BTC naik setelah sembilan minggu alami penurunan.

Baca Juga: 10 Koin Kripto Kapitalisasi Terbesar Masih Bearish, Pilih Mana?

“Ketika sentimen pasar bearish, investor tentu akan buru-buru merealisasikan keuntungannya sebelum laju harga aset kripto kembali berbalik arah. Harga Bitcoin gagal menembus level resistance-nya, sehingga dibutuhkan aksi beli yang kencang demi mengungkitnya lebih tinggi lagi,” kata Afid dalam Tokocrypto Market Signal yang dirilis Kamis (2/6).

Lebih lanjut, Afid menduga para investor masih mengantisipasi ancaman resesi dan kebijakan moneter The Fed ke depan. Meski begitu ada rasa optimisme pelaku pasar yang dipicu oleh keyakinan bahwa harga aset-aset berisiko, termasuk kripto, sudah mencapai titik bottom. 

Oleh karena itu, ia melihat para pelaku pasar masih terus mendorong harga aset kripto untuk menembus level resistance-nya.Tapi, di satu sisi Afid juga melihat awan mendung masih menyelimuti market kripto dengan sentimen negatif dari makroekonomi yang sangat mempengaruhi tindak-tanduk investor institusi di bursa kripto. 

Baca Juga: Bill Gates Buka Rahasia Tentang Alasannya Menjauhi Kripto

“Tak ketinggalan, mereka juga tampak latah mengikuti aksi jual yang dilakukan pelaku pasar modal. Di mana, nilai indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA), Nasdaq dan S&P 500 juga kompak melorot,” tutup Afid.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×