kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.999   36,00   0,20%
  • IDX 5.750   54,96   0,97%
  • KOMPAS100 746   10,51   1,43%
  • LQ45 565   8,20   1,47%
  • ISSI 200   1,03   0,52%
  • IDX30 320   4,31   1,37%
  • IDXHIDIV20 393   4,41   1,13%
  • IDX80 85   1,07   1,28%
  • IDXV30 107   0,87   0,82%
  • IDXQ30 103   1,13   1,11%

Penurunan produksi Malaysia belum mampu mengangkat harga CPO


Jumat, 09 Februari 2018 / 15:15 WIB
ILUSTRASI. Harga CPO


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) belum mampu bergerak naik. Meski produksi CPO di perkebunan Malaysia diperkirakan akan turun, tetapi harga masih saja berada di bawah tekanan.

Mengutip Bloomberg, Jumat (9/2) pukul 14.15 WIB, harga CPO kontrak pengiriman April 2018 di Malaysia Derivatives Exchange turun 0,24% ke level RM 2.489 per metrik ton.

Berdasarkan survei yang dilakukan Reuters, produksi minyak sawit sepanjang Januari lalu diperkirakan turun 14,9% menjadi 1,56 juta ton dari bulan Desember. Jumlah itu sekaligus menjadi level terendah dalam tujuh bulan terakhir.

“Seharusnya penguatan harga mungkin berlanjut pada Jumat (9/2) dengan sentimen dari potensi turunnya produksi,” ujar Faisyal, analis PT Monex Investindo Futures dalam keterangan tertulis.

Selain itu, menurutnya, harga CPO semestinya juga masih melanjutkan penguatan karena keputusan pemerintah Belanda untuk menentang pelarangan penggunaan minyak sawit. Negeri Kincir Angin itu sudah bergabung dengan beberapa negara dari kawasan Uni Eropa yang menolak larangan tersebut. Menteri Kerjasama Perdagangan dan Perlindungan Belanda Sogrid Kaag menegaskan pihaknya tidak mendukung tindakan diskriminatif dan membuka forum dialog.

Faisyal memperkirakan, harga CPO akhir pekan ini akan bergerak di kisaran RM 2.450-RM 2.550 per metrik ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×