kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,46   1,15   0.12%
  • EMAS1.343.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Penjualan ORI023 Diperkirakan Bisa Tembus Rp 20 Triliun


Selasa, 27 Juni 2023 / 20:23 WIB
Penjualan ORI023 Diperkirakan Bisa Tembus Rp 20 Triliun
ILUSTRASI. Obligasi Negara Ritel ORI023.


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tingkat kupon atau imbal hasil Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI023 telah ditetapkan. Kupon ORI023 tenor 3 tahun (ORI023-T3) sebesar 5,9% per tahun, sementara ORI023 tenor 6 tahun (ORI023-T6) sebesar 6,1% per tahun.

Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management (HPAM) Reza Fahmi menilai, tingkat kupon ORI023 tersebut masih sangat menarik jika dibandingkan dengan tingkat bunga deposito saat ini. Suku bunga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juni 2023 terpantau di 4,25% untuk bank umum dan 6,75% untuk BPR.

Walaupun kupon yang diterbitkan relatif lebih rendah apabila dibandingkan instrumen Surat Berharga Negara (SBN) sebelumnya seperti ST010 ataupun SR018, namun dari sisi tingginya tingkat keamanan dan arah suku bunga yang menurun menjadi pendukung bagi ORI023.

Serta, investor secara tidak langsung turut membantu pemerintah dalam hal pembiayaan operasional negara.

Baca Juga: Besaran Kupon ORI023 Masih Lebih Menarik Dibandingkan Deposito

“Kami melihat bertambahnya pengetahuan investor ritel mengenai obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah, maka investor masih akan memburu ORI023,” ujar Reza kepada Kontan.co.id, Selasa (27/6).

Reza memperkirakan penjualan ORI023 dapat laku sekitar Rp 15 triliun – Rp 20 triliun. Jumlah permintaan diprediksi akan lebih besar masuk pada tenor 3 tahun. Hal tersebut dikarenakan investor cenderung ingin lebih cepat menggunakan dananya untuk investasi lain.

Adapun masa penawaran ORI023 akan berlangsung pada 30 Juni sampai dengan 20 Juli 2023. ORI023 bersifat dapat diperdagangkan atau tradable.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×