kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Penjualan Naik Tipis, Laba Bersih (ACES) Merosot 25% di 2025


Kamis, 02 April 2026 / 18:42 WIB
Penjualan Naik Tipis, Laba Bersih (ACES) Merosot 25% di 2025
ILUSTRASI. Gerai Azko milik PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES). (KONTAN/Sanny Cicilia)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) melaporkan kenaikan penjualan di tahun 2025. Meski penjualan naik, laba bersih ACES malah merosot.

Dalam catatan laporan keuangannya, penjualan bersih ACES pada tahun 2025 tercatat Rp 8,63 triliun atau naik tipis 0,65% year on year (yoy) dari tahun sebelumnya Rp 8,58 triliun.

Meski penjualan tumbuh, beban pokok penjualan ikut meningkat menjadi Rp 4,52 triliun dari sebelumnya Rp 4,40 triliun. Kenaikan beban ini menyebabkan laba kotor ACES turun 1,62% menjadi Rp 4,12 triliun dari Rp 4,18 triliun pada 2024.

Tekanan terhadap profitabilitas juga datang dari sisi operasional. ACES mencatatkan beban usaha sebesar Rp 3,49 triliun, meningkat cukup signifikan dibandingkan Rp 3,16 triliun pada tahun sebelumnya.

Di sisi lain, ACES memperoleh dorongan dari pendapatan lain-lain yang naik menjadi Rp 254,94 miliar dari Rp 148,20 miliar. Namun, peningkatan pendapatan non operasional itu belum cukup untuk menahan penurunan laba usaha. Alhasil, laba usaha ACES turun 25,05% menjadi Rp 874,70 miliar pada 2025, dari Rp 1,17 triliun pada 2024.

Baca Juga: OJK Yakin MSCI Tak Turunkan Status Pasar Modal Indonesia Menjadi Frontier Market

Selanjutnya, laba sebelum pajak penghasilan juga terkoreksi menjadi Rp 800,45 miliar, turun dari Rp 1,08 triliun pada tahun sebelumnya. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan bersih sebesar Rp 137,98 miliar, ACES membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 662,47 miliar, turun dari Rp 884,72 miliar pada 2024.

Adapun laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 668,72 miliar pada 2025, atau turun sekitar 25,03% dibandingkan Rp 892,04 miliar pada 2024. Sejalan dengan itu, laba per saham dasar ACES juga menurun menjadi Rp 38,96, dari sebelumnya Rp 51,97.

Head of Corporate Communications & Sustainability ACES Melinda Pudjo mengatakan kondisi kinerja perusahaan dipengaruhi oleh dinamika daya beli masyarakat sepanjang tahun 2025 yang berdampak pada kinerja Same Store Sales Growth (SSSG), sehingga pertumbuhan pendapatan tercatat relatif terbatas. 

"Penurunan kinerja SSSG berdampak pada operational deleverage, yang mempengaruhi profitabilitas Perusahaan," kata Melinda kepada Kontan, Kamis (2/4/2026).

Di sisi lain, tahun 2025 merupakan fase transisi penting bagi ACES dalam menjalankan transformasi melalui rebranding menjadi AZKO. Dalam periode ini, ACES secara terukur meningkatkan investasi, khususnya pada aktivitas iklan dan promosi, guna memperkuat brand awareness serta mendukung positioning jangka panjang.

"Perusahaan memandang langkah ini sebagai bagian dari upaya membangun fondasi pertumbuhan yang lebih berkelanjutan, seiring dengan optimalisasi kinerja operasional ke depan," ujar Melinda.

Baca Juga: Tangkap Peluang Kecerdasan Buatan, DSSA Perkuat Energi dan Infrastruktur Digital

ACES memandang prospek tahun 2026 dengan tetap optimistis, seiring dengan berlanjutnya fase penguatan transformasi bisnis yang telah dijalankan. Fokus ekspansi akan terus dilakukan, khususnya untuk AZKO dan NEKA, dengan melihat masih terbukanya potensi pengembangan di berbagai kota dan area yang memiliki kebutuhan pasar yang relevan.

Dari sisi peluang, ACES melihat ruang pertumbuhan yang cukup besar, didukung oleh pengalaman operasional yang kuat, pemahaman terhadap kebutuhan konsumen, serta penguatan brand sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

Sementara itu, tantangan utama masih berasal dari dinamika kondisi makroekonomi, baik domestik maupun global, yang dapat mempengaruhi daya beli masyarakat dan pola konsumsi. Namun demikian, ACES  terus melakukan penyesuaian strategi secara adaptif untuk menjaga kinerja tetap optimal dan berkelanjutan.

Rekomendasi Saham

Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand memperkirakan, tahun 2026 sebagai titik balik bagi ACES dengan potensi pemulihan yang cukup meyakinkan. 

Pendapatan ACES di 2026 diperkirakan tumbuh 6,2% YoY seiring membaiknya daya beli dan dukungan stimulus fiskal, dengan laba bersih berpeluang pulih tumbuh 15,5% YoY didukung efek basis yang rendah. 

"Peluang utama datang dari ekspansi NEKA ke kota-kota lapis dua dan tiga yang masih memiliki penetrasi ritel modern rendah, ditambah momentum Lebaran dan normalisasi biaya promosi AZKO," terang Abida. 

Baca Juga: Emas Tertekan, IHSG Melemah, Kripto Rebound: Begini Strategi Investasi 2026

Namun, tantangan yang perlu diwaspadai adalah pemulihan daya beli yang lebih lambat dari ekspektasi, persaingan dari MAPI yang menghidupkan kembali merek Ace Hardware, serta risiko kenaikan harga energi yang menekan konsumsi barang diskresioner.

Dus, Abida merekomendasikan buy saham ACES dengan target harga Rp 550 per saham, mencerminkan valuasi yang sangat menarik saat ini.

Menurutnya, dengan PER hanya 8,4x, posisi kas internal Rp1,81 triliun, dan dividend yield diproyeksikan stabil di kisaran 8 hingga 9%, ACES menawarkan profil risiko yang terukur bagi investor yang mampu mengabaikan volatilitas jangka pendek selama proses transformasi merek berlangsung. 

Katalis pembalikan utama adalah akselerasi SSSG ke zona positif dan normalisasi biaya promosi AZKO yang diperkirakan mulai terasa di paruh kedua 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×