Reporter: Avanty Nurdiana |
JAKARTA. Hasil penjualan bersih PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) sepanjang 2010 turun 16,88% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sepanjang tahun lalu, pendapatan bersih MPPA mencapai Rp 8,54 triliun. Padahal tahun 2009 penjualan MPPA mencapai Rp 10,28 triliun.
Penurunan pendapatan terjadi penjualan konsinyasi turun dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 5,03 triliun. Di tahun lalu penjualan kongsinyasi hanya mencapai Rp 1,38 triliun. Sedangkan penjualan dari beli putus dan pendapatan usaha lainnya menurun tipis 6,79% menjadi Rp 8,16 triliun.
Sementara itu, penjualan Matahari Food Business (MFB) meningkat 16,92% jadi Rp 7,6 triiliun. Sebelumnya penjualan MFB hanya mencapai Rp 6,5 triliun. "Ini adalah rekor penjualan tertinggi dalam sejarah MFB," ujar Benjamin Mailool, Presiden Direktur MPPA.
Hasil laba bersih MPPA meningkat cukup tajam. Dari tahun 2009 sebesar Rp 300,35 miliar. Di akhir 2010 laba bersih MPPA bisa mencapai Rp 5,8 triliun.
Menurut Benjamin, peningkatan laba bersih ini disebabkan hasil pendapatan luar biasa dari divestasi Matahari Departemen Stores (MDS). "Kami juga melakukan penghematan biaya bunga dari hutang yang telah dibayar lunas selama periode tersebut," lanjut dia dalam keterangan pers kemarin (21/01).
Kuartal II tahun 2010 MPPA memang telah menjual 90,76% saham MDS pada PT Meadow Indonesia, anak perusahaan dari Meadow Asia Company Limited. Pada transaksi tersebut, MPPA telah berhasil menjual dengan nilai Rp 7,2 triliun. "Kami masih memiliki 28% pada Meadow," kata Benjamin.
Tak heran, laba bersih per saham alias earning per share (EPS) milik MPPA juga meningkat menjadi Rp 1.122 per saham di kuartal IV 2010. Padahal pada tahun 2009, EPS MPPA hanya Rp 66 per saham. "Kami telah berhasil mengumumkan rekor tertinggi pembayaran dividen MPPA dengan total lebih dari Rp 3 triliun kepada pemegang saham," tutur Benjamin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News