kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.564   166,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Rencana penjualan Hypermart molor dari target semula


Rabu, 29 Desember 2010 / 10:12 WIB
Rencana penjualan Hypermart molor dari target semula


Reporter: Amailia Putri Hasniawati, KONTAN | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Rencana penjualan Hypermart, salah satu unit usaha PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) kepada investor strategis hampir pasti terwujud. Namun, berbeda dengan penjualan Matahari Departemen Store (MDS), dalam aksi korporasi ini MPPA masih akan menguasai saham mayoritas Hypermart. Sementara saat menjual MDS tahun lalu, kepemilikan saham MPPA hanya tersisa 20%.

Meski penjualan Hypermat pasti terjadi, prosesnya ternyata tidak berjalan mulus. Direktur Utama MPPA Benjamin J Mailool mengatakan, proses due dilligence yang semula ditargetkan selesai di 2010, ternyata molor.

Benjamin berkilah, banyaknya hari libur sebagai penyebab proses negosiasi tertunda. "Mungkin baru awal tahun depan baru bisa diketahui hasil pastinya," jelas Benjamin, Selasa (28/12).

Ada empat calon investor yang mengikuti uji tuntas Hypermart. Mereka adalah Shinsigae dan Lotte Mart, pemain ritel dari Korea Selatan, Wal-Mart Stores Inc asal AS, dan peritel Prancis, Casino.

Menurut seorang broker asing, saat ini memang terjadi tarik-menarik kepentingan antara calon investor dengan MPPA. Satu sisi, para investor berniat menguasai Hypermart tanpa harus memiliki saham MPPA. Sementara managemen MPPA menginginkan investor strategis tersebut memiliki Hypermat dengan menjadi pemegang saham MPPA.

Namun kabar itu dibantah Benjamin. "Itu tidak benar. Mereka (investor strategis) katanya lebih tertarik untuk investasi di MPPA," ujar dia.

Benjamin juga mengaku belum mengetahui berapa porsi saham Hypermart yang diinginkan oleh calon investor asingnya dengan alasan proses pengkajian strategis (strategic review) oleh Merril Lynch masih berjalan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×