kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Penjualan lokal naik, pendapatan Indo Acidatama (SRSN) di semester I-2020 lompat 29%


Selasa, 28 Juli 2020 / 09:52 WIB
Penjualan lokal naik, pendapatan Indo Acidatama (SRSN) di semester I-2020 lompat 29%
ILUSTRASI. Pabrik Indo Acidatama


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indo Acidatama Tbk mencatatkan kinerja penjualan yang positif di enam bulan pertama tahun 2020. Sepanjang semester I-2020, emiten bahan kimia dasar yang memiliki berkode saham SRSN ini membukukan penjualan bersih sebesar Rp 423,70 miliar. 

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, realisasi tersebut tumbuh 29,10% dibanding penjualan bersih periode sama tahun sebelumnya yang hanya Rp 328,17 miliar.

Baca Juga: Penjualan naik 23%, kinerja Indo Acidatama mentereng di kuartal I-2020

Pertumbuhan penjualan bersih didorong oleh penjualan lokal yang melesat 37,25% secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp 367,25 miliar di semester I 2020. Secara terperinci, penjualan lokal terdiri dari penjualan ethanol sebesar Rp 333 miliar, acetic acid Rp 26,33 miliar, pupuk Rp 6,36 miliar, CO2 Rp 663,71 juta, spiritus Rp 770 juta, dan lain-lain Rp 108,92 juta. 

Walau penjualan lokal berhasil dikerek, ternyata, penjualan ekspor ethanol malah turun 6,84% yoy menjadi Rp 56,45 miliar di enam bulan pertama 2020. 

Pertumbuhan penjualan bersih SRSN diikuti oleh kenaikan pengeluaran pada sejumlah pos beban. Beban pokok penjualan misalnya, tercatat naik 34,24% yoy menjadi Rp 333,13 miliar di semester I 2020. Sebelumnya, beban pokok penjualan SRSN hanya mencapai Rp 248,16  miliar di periode Januari-Juni 2019.

Kenaikan pengeluaran juga dijumpai pada pos beban usaha dan beban keuangan. Melansir laporan keuangan perusahaan, beban usaha SRSN mengalami kenaikan 21,67% yoy dari Rp 46,42 miliar di semester I 2019 menjadi Rp 56,49 miliar pada semester I 2020. Sementara itu, beban keuangan membengkak 40,84% yoy dari Rp 5,68 miliar di semester I 2019 menjadi Rp 8 miliar di semester I 2020.

Setelah penjualan bersih dikurangi beban pokok penjualan, beban usaha, serta beban-beban pengeluaran lainnya, SRSN hanya mengantongi laba tahun berjalan alias laba bersih sebesar Rp 19,45 miliar di akhir Juni 2020. Jumlah ini turun tipis 2,13% dibanding laba bersih semester I 2019 yang mencapai Rp 19,87 miliar.

Baca Juga: Lewat Diversifikasi Indo Acidatama Kerek Kinerja Tahun 2019

Per 30 Juni 2020 lalu, total aset SRSN tercatat sebesar Rp 780,25 miliar. Angka tersebut terdiri atas total ekuitas sebesar Rp 534,44 miliar dan total liabilitas sebesar Rp 245,80 miliar.

Sementara itu, kas dan setara kas akhir tahun tercatat sebesar Rp 41,15 miliar per 30 Juni 2020. Angka tersebut naik 50,27% dibanding kas dan setara kas awal tahun tahun buku 2020 yang tercatat sebesar Rp 27,38 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Trik & Tips yang Aman Menggunakan Pihak Ketiga (Agency, Debt Collector & Advokat) dalam Penagihan Kredit / Piutang Macet

[X]
×