kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Penguatan yen mendorong pelemahan bursa Asia


Jumat, 07 Juli 2017 / 07:17 WIB


Reporter: Hasyim Ashari | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Laju bursa saham Asia kembali tertahan setelah sehari sebelumnya dilanda aksi jual. Salah satu faktor yang menyebabkan bursa Asia melorot adalah pelemahan nilai mata uang yen.

Analis Binaartha Parama Sekuritas, Reza Priyambada bilang kembali melonjaknya nilai mata uang yen membuat Nikkei kembali melemah dan berimbas pada sejumlah bursa saham Asia lainnya. Selain itu, "Pelaku pasar juga melihat uji coba rudal nuklir Korea Utara yang berhasil mendarat di laut Jepang," ujar Reza dalam riset yang diterima KONTAN, (7/7).

Di sisi lain, aksi jual turut dipicu oleh kinerja di bawah ekspektasi dari emiten-emiten ritel serta kembali melemahnya saham-saham perbankan.

Untuk zona Eropa, menurut Reza pelaku pasar di bursa saham Eropa kembali bereaksi negatif setelah mendengarkan komentar Presiden Trump di sela-sela pertemuan G20 di Hamburg. Dalam kesempatan itu, Presiden Trump menyampaikan kekecewaannya terhadap Korea Utara.

Indeks pan-European stoxx 600 melemah 0,67% dengan mayoritas harga saham di teritori negatif. Saham-saham perjalanan dan wisata melemah setelah rilis beberapa emiten yang mengalami penurunan pendapatan. "Laju positif dirasakan saham-saham otomotif menyusul pemberitaan akuisisi Opel oleh Peugeot," katanya.

Untuk zona Amerika pelemahan kembali terjadi pada bursa saham AS dengan aksi jual kembali pada saham-saham teknologi dan merespon kenaikan imbal hasil sejumlah obligas global. Adanya kenaikan harga minyak mentah seiring turunnya jumlah cadangan minyak AS tampaknya belum direspon positif karena tertutupi sentimen kenaikan imbal hasil obligasi tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×