kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Penguatan yen mendorong pelemahan bursa Asia


Jumat, 07 Juli 2017 / 07:17 WIB


Reporter: Hasyim Ashari | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Laju bursa saham Asia kembali tertahan setelah sehari sebelumnya dilanda aksi jual. Salah satu faktor yang menyebabkan bursa Asia melorot adalah pelemahan nilai mata uang yen.

Analis Binaartha Parama Sekuritas, Reza Priyambada bilang kembali melonjaknya nilai mata uang yen membuat Nikkei kembali melemah dan berimbas pada sejumlah bursa saham Asia lainnya. Selain itu, "Pelaku pasar juga melihat uji coba rudal nuklir Korea Utara yang berhasil mendarat di laut Jepang," ujar Reza dalam riset yang diterima KONTAN, (7/7).

Di sisi lain, aksi jual turut dipicu oleh kinerja di bawah ekspektasi dari emiten-emiten ritel serta kembali melemahnya saham-saham perbankan.

Untuk zona Eropa, menurut Reza pelaku pasar di bursa saham Eropa kembali bereaksi negatif setelah mendengarkan komentar Presiden Trump di sela-sela pertemuan G20 di Hamburg. Dalam kesempatan itu, Presiden Trump menyampaikan kekecewaannya terhadap Korea Utara.

Indeks pan-European stoxx 600 melemah 0,67% dengan mayoritas harga saham di teritori negatif. Saham-saham perjalanan dan wisata melemah setelah rilis beberapa emiten yang mengalami penurunan pendapatan. "Laju positif dirasakan saham-saham otomotif menyusul pemberitaan akuisisi Opel oleh Peugeot," katanya.

Untuk zona Amerika pelemahan kembali terjadi pada bursa saham AS dengan aksi jual kembali pada saham-saham teknologi dan merespon kenaikan imbal hasil sejumlah obligas global. Adanya kenaikan harga minyak mentah seiring turunnya jumlah cadangan minyak AS tampaknya belum direspon positif karena tertutupi sentimen kenaikan imbal hasil obligasi tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×