kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Penguatan rupiah bukan karena Jokowi semata


Kamis, 13 Februari 2014 / 10:13 WIB
Penguatan rupiah bukan karena Jokowi semata
Beri Peringatan ke Kim Jong Un, Kapal Induk AS Tiba di Korea Selatan


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Ekonom Aviliani memandang penguatan rupiah pasca-pemilu mendatang bukan semata karena faktor bila Joko Widodo alias Jokowi menjadi presiden.

"Bukan, bukan karena itu (Jokowi). Mendekati pemilu rupiah memang cenderungnya turun. Kalau nanti sudah pasti siapa pun presidennya, (rupiah) cenderung menguat," kata Aviliani di Jakarta, Rabu (12/2/2014).

Lebih lanjut, Aviliani mengatakan penguatan rupiah lebih akan terjadi karena ada aliran likuiditas yang masuk ke Indonesia. Ia pun memperkirakan nilai tukar rupiah akan berada pada posisi Rp 11.000 sampai Rp 12.000 per dollar AS hingga akhir tahun ini.

"Tapering kan sudah jelas, tapi rupiah bergerak di Rp 11.000 sampai Rp 12.000 per dollar AS. Kalau di bawah Rp 10.000 tidak lah," ungkap dia.

Masyarakat dan investor, lanjutnya, sudah mengetahui siapa kandidat yang akan menjadi presiden Oktober nanti. Di samping itu, arah ekonomi Indonesia juga tidak akan berubah signifikan dari kondisi yang terjadi saat ini.

"Sekarang ini tergantung investornya. Karena di Indonesia, demand (permintaan) domestik kan masih bagus. Jadi investor tetap akan mau masuk," ujar Aviliani. (Sakina Rakhma Diah Setiawan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×