Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah menguat dalam sepekan terakhir. Fundamental dalam negeri yang solid dan meredanya kekhawatiran terhadap varian virus corona omicron menjadi sentimen positif bagi rupiah.
Mengutip Bloomberg, Jumat (10/12), rupiah ditutup melemah tipis 0,03% ke Rp 14.371 per dolar Amerika Serikat (AS). Namun, dalam sepekan, rupiah spot masih menguat 0,33%.
Kompak, kurs Jisdor Bank Indoensia (BI) juga melemah 0,19% setelah berada di level Rp 14.378 per dolar AS pada hari ini. Walau begitu, rupiah Jisdor masih menguat 0,21% dalam seminggu terakhir.
Untuk pekan depan, Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri memproyeksikan rupiah berada dalam rentang Rp 14.280 per dolar AS-Rp 14.378 per dolar AS. Sementara, Analis DC Futures Lukman Leong menebak, rupiah berada dalam kisaran Rp 14.250 per dolar AS-Rp 14.600 per dolar AS untuk minggu depan.
Baca Juga: OECD Pangkas Proyeksi Pertumbuhan RI Jadi 3,3%
"Kebijakan BI yang akomodatif dan pro pertumbuhan ekonomi juga mendukung stabilisasi di pasar keuangan dan positif buat rupiah," kata Reny, Jumat (10/12).
Lukman menambahkan, rupiah juga berangsur menguat karena risk on kembali terjadi setelah bahaya varian omicron tidak separah seperti apa yang dibayangkan. Pengetatan PPKM level 3 yang pemerintah batal terapkan juga menjadi sentimen positif bagi rupiah.
"Tekanan memang cukup tinggi dari The Fed di awal pekan tetapi melihat fundamental Indonesia yang kuat dan kekhawatiran omicron menurun, rupiah jadi menguat," kata Reny.
Baca Juga: Ini saham-saham dengan net buy dan net sell terbesar asing dalam sepekan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













