Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengendali baru PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO) akan segera melakukan penawaran tender wajib alias mandatory tender offer (MTO) sebagai proses dari akuisisi.
AGPA Pte Ltd, pengendali baru SGRO, akan melakukan tender wajib sebanyak-banyaknya 623,32 juta saham biasa atas nama yang dimiliki oleh pemegang saham publik.
Jumlah itu setara dengan sebanyak-banyaknya 34,275% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam SGRO dengan hak suara yang sah, dengan nilai nominalnya sebesar Rp 200 per saham.
Harga penawaran sebesar Rp 7.903 per saham, yang sama dengan harga pengambilalihan dari pengendali lama yang sudah dilakukan.
Baca Juga: IHSG Melemah ke 9.085,3 di Pagi Ini (21/1), Top Losers LQ45: UNTR, ASII, ADMR
Sehingga, nilai total tender wajib oleh anak usaha Posco International Corporation itu sebanyak-banyaknya adalah senilai Rp 4,92 triliun. Penawaran tender akan berlangsung sejak 21 Januari hingga 19 Februari 2026.
Manajemen SGRO bilang, harga tersebut ditetapkan sesuai dari hitungan harga tertinggi perdagangan saham harian perseroan di BEI dalam 90 hari terakhir sebelum tanggal pengambilalihan.
“Pengendali Baru menyatakan bahwa Pengendali Baru memiliki dana yang cukup untuk melaksanakan kewajibannya untuk melakukan pembayaran penuh kepada Pemegang Saham sehubungan dengan Penawaran Tender Wajib,” ujar manajemen SGRO dalam keterbukaan informasi tanggal 20 Januari 2026.
Asal tahu saja, melalui Twinwood Family Holdings Limited, Grup Sampoerna telah menjual seluruh kepemilikan saham mereka pada SGRO yang totalnya 1,19 miliar saham atau 65,72%.
Twinwood Family melepas SGRO kepada AGPA Pte. Ltd., anak perusahaan POSCO International Corporation (POSCO International). Nilai total pengambilalihan tersebut adalah sebesar Rp 9,4 triliun atau Rp 7.903 per saham.
Pasca akuisisi, SGRO pun menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 13 Januari 2026. Dalam RUPSLB itu, SGRO melakukan perubahan identitas baru, yaitu perubahan nama dan logo. Semula, nama perusahaan SGRO adalah Sampoerna Agro.
Perlu diketahui, POSCO International adalah perusahaan global asal Korea Selatan yang merupakan bagian dari POSCO Group. Perusahaan ini bergerak di berbagai bidang, di antaranya perdagangan, energi, baja, dan agribisnis.
Jejak POSCO di industri sawit Indonesia dimulai dengan mengembangkan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Papua Selatan pada 2011 melalui PT Bio Inti Agrindo dan mengoperasikan tiga pabrik pengolahan minyak kelapa sawit yang memproduksi 210.000 ton minyak sawit per tahun.
Asal tahu saja, POSCO International juga memiliki pabrik penyulingan minyak sawit di Balikpapan, Kalimantan Timur dengan kapasitas 500.000 ton per tahun.
Selanjutnya: Ronaldo Menang Sengketa Gaji, Juventus Wajib Bayar Jutaan Euro
Menarik Dibaca: Waspada Tingkat Tinggi! Hujan dan Cuaca Ekstrem di Provinsi Ini Jelang Akhir Januari
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













