Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengelola jaringan rumah sakit Mayapada, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), tetap optimistis terhadap prospek bisnis hingga akhir 2026.
Perusahaan mempertahankan target pertumbuhan pendapatan sekitar 10%-15% secara tahunan (year on year/yoy).
Corporate Secretary SRAJ Arie Farisandi menyatakan, prospek kinerja perusahaan pada sisa tahun ini didukung oleh kebutuhan layanan kesehatan yang terus berkembang serta penguatan jaringan Mayapada Hospital.
Baca Juga: Harga Perak Berpeluang Menguat, Permintaan Industri dan Suku Bunga AS Jadi Tantangan
“Fokus perusahaan saat ini adalah menjaga pertumbuhan pendapatan, meningkatkan utilisasi rumah sakit, serta memperbaiki efisiensi operasional,” ungkap Arie kepada Kontan.co.id, Senin (12/10).
Sebagai informasi, pendapatan SRAJ tumbuh 9,6% yoy menjadi Rp 1,30 triliun pada semester I-2026.
Namun, beban umum dan administrasi melonjak 22,30% menjadi Rp 504,58 miliar. Kondisi tersebut turut menekan kinerja perusahaan sehingga rugi bersih membengkak menjadi Rp 244,68 miliar, dari Rp 65,55 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Arie menyebut, manajemen menyadari bahwa ekspansi membutuhkan waktu sebelum dapat memberikan kontribusi optimal terhadap profitabilitas perusahaan.
Karena itu, SRAJ tidak hanya berfokus pada pertumbuhan pendapatan, tetapi juga pada peningkatan EBITDA, pengendalian biaya, serta pengelolaan beban keuangan secara prudent.
Sejalan dengan upaya tersebut, perusahaan terus mengoptimalkan utilisasi kapasitas tempat tidur yang tersedia di seluruh jaringan Mayapada Hospital, yakni di Jakarta Selatan, Tangerang, Bogor, Kuningan, Surabaya, Bandung, Nusantara, dan Jakarta Timur.
Arie memaparkan, salah satu fokus perusahaan adalah meningkatkan volume pasien dan utilisasi aset melalui penguatan jaringan rujukan, hubungan dengan komunitas dan mitra perusahaan, serta pengembangan layanan spesialis dan subspesialis.
Selain itu, SRAJ berupaya meningkatkan efisiensi dan kualitas operasional melalui optimalisasi kapasitas rumah sakit, pengendalian biaya, peningkatan produktivitas, serta digitalisasi proses bisnis dan pengelolaan data.
Baca Juga: IHSG Tertekan Sentimen Global, Simak Proyeksi Indeks untuk Jumat (16/10)
Perusahaan juga berkomitmen menjaga disiplin keuangan dan alokasi modal. Manajemen akan memastikan ekspansi dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan potensi imbal hasil serta kemampuan perusahaan dalam mengelola kebutuhan pendanaan.
“Pada akhirnya, tujuan kami adalah memastikan pertumbuhan Mayapada Hospital tidak hanya tercermin dalam peningkatan pendapatan dan kapasitas, tetapi juga dalam perbaikan profitabilitas dan keberlanjutan bisnis jangka panjang,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













