Reporter: Vivit Dewi | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga perak menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (15/10/2026). Namun, prospek logam mulia ini masih dibayangi ekspektasi suku bunga Amerika Serikat (AS) dan permintaan industri yang melemah.
Mengutip Bloomberg, harga perak berada di level US$ 56,85 per ons troi pada Kamis (15/10/2026) pukul 17.25 WIB, naik 1,74% dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Presiden Komisaris HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengatakan, pergerakan perak cenderung lebih fluktuatif dibandingkan emas karena dipengaruhi dua faktor sekaligus, yakni sentimen investasi terhadap logam mulia dan kebutuhan dari sektor industri.
Baca Juga: IHSG Tertekan Sentimen Global, Simak Proyeksi Indeks untuk Jumat (16/10)
“Perak bergerak seperti emas tetapi lebih liar, dengan permintaan industrinya melemah,” kata Sutopo kepada Kontan, Kamis (15/10/2026)
Tekanan terhadap prospek suku bunga AS juga belum sepenuhnya mereda. Inflasi konsumen AS tercatat sebesar 3,7% secara tahunan pada September 2026, lebih tinggi dibandingkan perkiraan pasar sebesar 3,6%. Data tersebut memperkuat perhatian pasar terhadap arah kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed).
Di sisi lain, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menuturkan, karakter perak yang memiliki dua fungsi membuat pergerakan harganya tidak hanya mengikuti tren emas. Permintaan dari sektor industri turut menentukan arah harga, sehingga perkembangan aktivitas ekonomi dan kebutuhan industri menjadi faktor yang perlu dicermati.
“Perak memiliki karakter ganda sebagai logam mulia dan logam industri, sehingga selain mengikuti pergerakan emas, harganya juga dipengaruhi permintaan industri,” tutur Lukman.
Untuk prospek hingga akhir tahun, Sutopo memproyeksikan harga perak berpeluang mencapai US$ 60–US$ 65 per ons troi. Sementara Lukman juga memperkirakan harga perak bergerak di kisaran US$ 60–US$ 65 per ons troi hingga akhir 2026.
Meski terdapat peluang kenaikan, perkembangan permintaan industri dan arah kebijakan suku bunga AS tetap perlu dicermati karena dapat memengaruhi pergerakan harga perak hingga akhir tahun.
Baca Juga: Low Tuck Kwong Borong 100 Juta Saham BYAN, Nilai Transaksi Rp 1,2 Triliun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














