kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.870   27,00   0,16%
  • IDX 8.219   -46,79   -0,57%
  • KOMPAS100 1.159   -9,20   -0,79%
  • LQ45 830   -8,91   -1,06%
  • ISSI 295   -1,13   -0,38%
  • IDX30 433   -3,16   -0,73%
  • IDXHIDIV20 517   -3,83   -0,74%
  • IDX80 129   -1,09   -0,83%
  • IDXV30 143   -0,18   -0,13%
  • IDXQ30 140   -1,43   -1,02%

Pendapatan turun, Indika Energy (INDY) bukukan kerugian US$ 18,16 juta pada 2019


Selasa, 31 Maret 2020 / 13:40 WIB
Pendapatan turun, Indika Energy (INDY) bukukan kerugian US$ 18,16 juta pada 2019
ILUSTRASI. PT Indika Energy Tbk (INDY)


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga batubara yang melemah turut berimbas pada kinerja PT Indika Energy Tbk (INDY). Tahun lalu, INDY membukukan pendapatan US$ 2,78 miliar, turun 6,08% dari pendapatan tahun 2018 yang mencapai US$ 2,96 miliar.

Dalam laporan keuangan INDY yang dipublikasikan, Selasa (31/3), pendapatan dari penjualan batubara ke pelanggan luar negeri (ekspor) masih menjadi tulang punggung INDY, yang tahun lalu mencapai US$ 1,38 miliar atau 49,7% dari total pendapatan. Penjualan batubara ke pasar domestik sebesar US$ 513,88 juta atau 21% dari pendapatan total.

Sementara itu, pendapatan dari kontrak dan jasa mencapai US$ 822,21 juta, naik dari realisasi tahun 2018 yang hanya US$ 713,76 juta.

Baca Juga: Tumbuh 35,8%, Petrosea (PTRO) raih laba bersih US$ 31,18 juta di tahun 2019

Meski pendapatan turun, namun beban pokok kontrak dan penjualan malah naik. Tercatat, tahun lalu beban pokok penjualan emiten tambang batubara ini mencapai US$ 2,35 miliar, atau naik 1,46% dari tahun sebelumnya.

Beban penjualan, umum dan administrasi serta beban keuangan juga ikut naik, yang masing-masing menjadi US$ 137,17 juta dan US$ 109,4 juta.

INDY juga menanggung kerugian atas pengukuran kembali atas kewajiban imbalan pasti senilai US$ 1,44 juta, berbanding terbalik dengan tahun lalu yang masih menghasilkan US$ 2,08 juta.

Alhasil, tahun lalu INDY membukukan kerugian bersih senilai US$ 18,16 juta. Padahal tahun sebelumnya, INDY masih mencetak laba bersih senilai US$ 80,06 juta. Tahun lalu INDY juga mencatatkan rugi bersih per saham dasar senilai US$ 0,0035 per saham.

Per 31 Desember 2019, jumlah aset INDY mencapai US$ 1,431 miliar. Jumlah ini terdiri atas liabilitas sebesar US$ 2,57 miliar dan ekuitas sebesar US$ 1,04 miliar.

Baca Juga: Lo Kheng Hong rajin tambah kepemilikan saham di PTRO, bagaimana di MBSS?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×