Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Entitas usaha Grup Djarum, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) membukukan kerugian sepanjang 2024. Padahal pada tahun 2023, IBST masih mencetak keuntungan.
Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2024, rugi tahun berjalan IBST mencapai Rp 1,85 triliun. Ini berbalik dari laba tahun berjalan sebesar Rp 72,07 miliar pada 2023.
Tekanan datang dari pendapatan IBST yang menciut. Sepanjang 2024, IBST hanya mampu meraup pendapatan Rp 862,46 miliar atau menyusut 22,28% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp 1,1 triliun.
Baca Juga: Akuisisi Kelar, Inti Bangun (IBST) Targetkan Kontribusi 4% ke Pendapatan TOWR
Pendapatan dari sewa menara telekomunikasi berkontribusi sebesar Rp 593,41 miliar atau naik 1,71% YoY. Pendapatan sewa peralatan jaringan dan bandwidth tumbuh 704,85% YoY menjadi Rp 269,05 miliar.
Namun di 2024, IBST tidak membukukan pendapatan dari sewa peralatan dan mesin. Padahal pada 2023, IBST masih mengantongi pendapatan dari segmen ini sebesar Rp 192,05 miliar.
Jumlah beban pokok pendapatan IBST menciut dari Rp 516,84 miliar di 2023 menjadi Rp 497,66 miliar. Namun ada pos beban lain yang membengkak, yakni beban lain-lain sebesar Rp 1,77 triliun di 2024 dari Rp 14,94 miliar.
Baca Juga: Inti Bangun (IBST) Targetkan Kontribusi 4% Terhadap Pendapatan Sarana Menara (TOWR)
Di sisi lain, total aset IBST per 31 Desember 2024 mencapai Rp 4,41 triliun. Pada periode yang sama, total liabilitas dan ekuitas IBST masing-masing mencapai Rp 2,25 triliun dan Rp 2,16 triliun.
Selanjutnya: Laba Sarana Menara Nusantara (TOWR) Milik Grup Djarum Raup Tumbuh 2,53% pada 2024
Menarik Dibaca: Apa Saja yang Baru dari Apple iOS 18.4? Simak Pembaruan Berikut
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News