kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.927   18,00   0,10%
  • IDX 5.943   17,05   0,29%
  • KOMPAS100 770   4,91   0,64%
  • LQ45 595   5,40   0,92%
  • ISSI 205   -0,19   -0,09%
  • IDX30 331   2,96   0,90%
  • IDXHIDIV20 424   2,54   0,60%
  • IDX80 88   0,63   0,72%
  • IDXV30 116   0,69   0,59%
  • IDXQ30 108   0,68   0,63%

HRTA Rencanakan Private Placement Maksimal 10%, Tunggu Restu Pemegang Saham


Rabu, 14 Oktober 2026 / 16:33 WIB
HRTA Rencanakan Private Placement Maksimal 10%, Tunggu Restu Pemegang Saham
ILUSTRASI. Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) (Dok/HRTA)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) berencana melakukan penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement sebanyak-banyaknya 460,53 juta saham.

Jumlah tersebut setara dengan maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan.

Rencana ini belum disetujui dan akan dimintakan persetujuan pemegang saham independen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat (16/10/2026).

Berdasarkan keterbukaan informasi pada Rabu (14/10/2026), HRTA menetapkan nilai nominal saham baru sebesar Rp 100 per saham.

Baca Juga: Hartadinata Abadi (HRTA) Siapkan Private Placement Maksimal 10% dari Modal Disetor

Namun, hingga tanggal keterbukaan informasi, perusahaan belum memiliki calon investor definitif yang akan mengambil bagian dalam penerbitan saham baru tersebut.

Harga pelaksanaan juga akan ditentukan dengan memperhatikan ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan kepentingan pemegang saham minoritas.

Perusahaan menyatakan, rencana aksi korporasi ini bertujuan memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan usaha.

Seluruh dana yang diperoleh nantinya akan digunakan sebagai modal kerja, terutama untuk membeli bahan baku emas dalam bentuk butiran atau batangan dari pihak yang tidak terafiliasi dengan perusahaan.

 

Pemasok bahan baku tersebut harus tercatat dalam MinerbaOne, platform digital yang dikembangkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk pengaturan dan pengawasan sektor pertambangan mineral dan batubara.

Bahan baku yang dibeli akan diolah menjadi produk perusahaan.

HRTA akan menentukan jumlah dan nilai pembelian, waktu transaksi, serta porsi pembelian dari masing-masing pemasok dengan mempertimbangkan kondisi pasar, harga bahan baku, dan faktor relevan lainnya.

Dalam keterbukaan informasi, perusahaan memproyeksikan pelaksanaan private placement dapat memperbaiki sejumlah rasio keuangan. Rasio lancar diperkirakan meningkat dari 1,69 kali menjadi 1,86 kali.

Baca Juga: Cari Dana Modal Kerja, HRTA Menggelar Private Placement

Sementara itu, rasio total liabilitas terhadap ekuitas diproyeksikan turun dari 2,03 kali menjadi 1,59 kali. Rasio total liabilitas terhadap total aset juga diperkirakan menurun dari 0,67 kali menjadi 0,61 kali.

Di sisi lain, rasio laba tahun berjalan terhadap total aset diproyeksikan turun dari 6,17% menjadi 5,65%. Adapun rasio laba tahun berjalan terhadap ekuitas diperkirakan menyusut dari 18,71% menjadi 14,63%.

Menurut perusahaan, penurunan kedua rasio profitabilitas tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan aset dan ekuitas setelah aksi korporasi, sementara laba tahun berjalan tidak berubah secara langsung.

Apabila seluruh saham baru diterbitkan dan diserap investor, jumlah saham HRTA akan meningkat dari 4,61 miliar saham menjadi maksimal 5,07 miliar saham.

Dengan demikian, pemegang saham yang tidak berpartisipasi dalam penerbitan saham baru berpotensi mengalami dilusi kepemilikan maksimal 9,09%.

Perusahaan menyebut saham baru tersebut akan memiliki hak yang sama dengan saham yang telah beredar, termasuk hak atas dividen dan hak suara dalam RUPSLB.

Baca Juga: Raharja Energi (RATU) Private Placement Maksimal 10%, Untuk Apa Saja?

HRTA menilai penggunaan dana untuk pembelian bahan baku emas diharapkan dapat menjaga ketersediaan bahan baku, memperkuat likuiditas, serta mendukung kelancaran kegiatan usaha.

Meski demikian, rencana private placement tersebut masih menunggu persetujuan pemegang saham independen dan belum dapat dipastikan terealisasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×