CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.018,99   5,77   0.57%
  • EMAS992.000 -0,70%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Pendapatan dan laba bersih emiten menara kompak naik, berikut rinciannya


Kamis, 06 Agustus 2020 / 18:53 WIB
Pendapatan dan laba bersih emiten menara kompak naik, berikut rinciannya
ILUSTRASI. Emiten menara telekomunikasi kompak membukukan kenaikan pendapatan dan laba bersih di semester I 2020.


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada paruh pertama tahun 2020, emiten menara telekomunikasi kompak membukukan kenaikan pendapatan dan laba bersih. Berdasarkan data yang dihimpun Kontan.co.id, pertumbuhan pendapatan enam perusahaan yang telah merilis laporan keuangan periode Januari-Juni 2020 berkisar antara 7,3%-26,2% secara year on year (yoy) serta peningkatan laba bersih berada di rentang 23,5%-818,2% yoy.

Enam emiten tersebut adalah PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), dan PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR). Ada juga PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI), PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON), dan PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD).

Pertumbuhan pendapatan tertinggi ditorehkan oleh Bali Towerindo Sentra dengan kenaikan 26,2% yoy dari Rp 294,63 miliar menjadi Rp 371,78 miliar. Ini sejalan dengan pendapatan dari bisnis menara dan jaringan yang meningkat 18,7% yoy serta bisnis komunikasi, internet, dan televisi kabel yang melesat 45,6% yoy.

Baca Juga: Penyewaan menara naik, ini rekomendasi saham Tower Bersama Infrastructure (TBIG)

Meskipun begitu, apabila dilihat dari segi nilai pendapatannya, maka Sarana Menara Nusantara masih berada di posisi pertama. Anak usaha Grup Djarum ini membukukan pendapatan sebesar Rp 3,69 triliun pada semester I-2020 atau meningkat 21,7% dibanding periode sama tahun 2019.

Di sisi lain, Solusi Tunas Pratama mencatatkan pertumbuhan pendapatan terendah, yakni 7,3% yoy menjadi Rp 939,34 miliar dari sebelumnya Rp 875,58 miliar. Meskipun begitu, SUPR masih berada di peringkat ketiga dalam hal nilai pendapatan setelah TOWR dan TBIG.

Akan tetapi, dari segi bottom line, SUPR justru menorehkan kenaikan laba bersih paling pesat, yakni 818,2% yoy, dari Rp 12,81 miliar menjadi Rp 117,58 miliar. Hal ini disebabkan oleh beban bunga SUPR pada semester 1-2020 dapat berkurang 8,7% yoy menjadi Rp 254,2 miliar, lalu beban keuangan lainnya -14,66% yoy menjadi Rp 140,78 miliar, dan beban lain-lain yang merosot jauh hingga 72,34% yoy menjadi Rp 26,03 miliar.

Baca Juga: Resesi ekonomi mengancam Indonesia, ini saham-saham rekomendasi analis

Meskipun begitu, apabila dilihat dari segi nilai perolehan laba bersihnya, Sarana Menara Nusantara lagi-lagi masih tetap menjadi yang paling unggul. Sepanjang semester 1-2020, TOWR mengantongi laba bersih Rp 1,3 triliun atau naik 31% yoy dari periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 993,52 miliar.

Di sisi lain, Gihon Telekomunikasi Indonesia mencatatkan pertumbuhan laba bersih paling sedikit, yakni 23,5% yoy menjadi Rp 36,11 miliar dari sebelumnya Rp 29,23 miliar. Sementara secara besaran nilai, laba bersih GHON berada di posisi keempat setelah TOWR, TBIG, dan SUPR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental THE FUTURE OF SELLING

[X]
×