kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Pemerintah lelang 5 seri SUN lawas


Kamis, 25 Agustus 2016 / 20:00 WIB
Pemerintah lelang 5 seri SUN lawas

Berita Terkait

Reporter: Wahyu Satriani | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pemerintah kembali menggelar surat utang negara (SUN), Selasa (30/8). Lelang ini ditargetkan bisa menyerap dana hingga Rp 18 triliun.

Pemerintah menawarkan lima seri lawas dalam lelang ini. Di antaranya, SPN12161202 (reopening) yang akan jatuh tempo 2 Desember 2016. Serta, SPN12170804 (reopening) yang akan jatuh tempo 4 Agustus 2017. Kedua instrumen tersebut menetapkan tingkat kupon diskonto.


Lainnya, seri FR0056 (reopening) bertenor 10 tahun yang akan jatuh tempo 4 Agustus 2026. Seri ini menawarkan tingkat kupon 8,37%. Seri FR00073 (reopening) yang akan jatuh tempo 15 Mei 2031 dan tingkat kupon 8,75%. Juga, seri FR0072 (reopening) yang akan jatuh tempo 15 Mei 2036 dengan tingkat kupon 8,25%.

Lelang dibuka pukul 10.00 WIB dan ditutup pukul 12.00 WIB. Sedangkan setelmen dijadwalkan 1 September 2016.

Penjualan SUN dilaksanakan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Lelang bersifat terbuka (open auction), menggunakan metode harga beragam (multiple price). SUN yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp 1 juta.

Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto memprediksi total penawaran yang masuk dari investor bisa berkisar Rp 25 triliun hingga Rp 35 triliun.

Tingginya penawaran ditopang oleh koreksi pasar obligasi dalam beberapa waktu terakhir sehingga menyebabkan valuasi yield menjadi menarik. "Demand investor lokal masih tinggi masuk ke SUN," tutur Handy, Jakarta, Kamis (25/8).

Selain itu, pasar obligasi akan bergairah akibat berita positif dari perkiraan deflasi Agustus oleh Bank Indonesia (BI). Suku bunga acuan BI juga memiliki ruang untuk turun sehingga akan menopang permintaan lelang.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) juga relatif stabil. Ditambah, lelang SUN kali ini menawarkan seri bertenor 10 tahun yang menjadi favorit investor. "Saya yakin permintaan masih akan solid," ujar dia. 




TERBARU

Close [X]
×