kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 -1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pemerintah Larang Ekspor Bauksit, Ini Dampaknya Terhadap Kinerja Aneka Tambang (ANTM)


Kamis, 15 Juni 2023 / 15:18 WIB
Pemerintah Larang Ekspor Bauksit, Ini Dampaknya Terhadap Kinerja Aneka Tambang (ANTM)
ILUSTRASI. Larangan ekspor bauksit akan sedikit berdampak kepada kinerja ANTM.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi telah menutup keran ekspor bijih bauksit per 10 Juni 2023.

Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Nicolas D. Kanter mengatakan, pihaknya akan mendukung kebijakan pemerintah terkait larangan eskpor bauksit ini. Walapun memang larangan ini akan sedikit berdampak kepada kinerja ANTM.

Namun, Nico melihat secara jangka panjang pelarangan ekspor bauksit akan berdampak baik bagi Indonesia dan juga bagi ANTM. Emiten pelat merah ini juga telah menyiapkan strategi alternatif kerjasama dengan perusahaan BUMN asal China, yakni Chalco. Namun, Nico belum bisa membeberkan lebih lanjut kerjasama ini.

Baca Juga: Rasio Dividen Aneka Tambang (ANTM) Tak Berubah, Jumlahnya Naik 105,18% dari 2021

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Aneka Tambang Elisabeth RT Siahaan mengatakan, sejauh ini kontribusi penjualan bauksit terhadap pendapatan ANTM relatif kecil, dengan persentase sekitar 3%.

“Larangan ekspor bauksit tidak berdampak kepada kinerja ANTM. Earnings terbesar disumbang oleh emas, nikel dan feronikel,” kata Elisabeth usai rapat umum pemegang saham (RUPS) yang digelar Kamis (15/6).

Pada tahun lalu, kontribusi penjualan segmen bauksit dan alumina mencapai Rp 1,93 triliun, tumbuh 35% YoY dari periode 2021 sebesar Rp 1,43 triliun.  Jumlah ini hanya menyumbang 4,2% jika dibandingkan dengan total pendapatan ANTM tahun lalu yang mencapai Rp 45,93 triliun.

Sementara pada kuartal pertama 2023, segmen bauksit dan alumina membukukan pendapatan sebesar Rp 326 miliar atau hanya 3% dari total penjualan ANTM yang mencapai Rp 11,59 triliun.

Baca Juga: Aneka Tambang (ANTM) akan Bagikan Dividen Rp 1,91 Triliun

Emas masih menjadi penyumbang utama pendapatan ANTM sepanjang kuartal pertama 2023. Penjualan produk emas menjadi kontributor terbesar terhadap total penjualan bersih yakni sebesar Rp 7,01 triliun atau mencapai 60% dari total pendapatan ANTM di periode tiga bulan pertama 2023. 

Pendapatan dari segmen emas naik 19,2% dari pendapatan emas di periode kuartal pertama 2022 yang sebesar Rp 5,8 triliun.

Setelah emas, bijih nikel menjadi kontributor terbesar kedua yakni mencatatkan penjualan sebesar Rp2,98 triliun dengan kontribusi 26% dari total pendapatan ANTM. 
Sedangkan segmen feronikel mencetak pendapatan sebesar Rp1,20 triliun atau 10% dari pendapatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×