kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Pemerintah Buka Keran Ekspor CPO dan Turunnya, Begini Dampaknya ke Emiten


Jumat, 20 Mei 2022 / 20:02 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah truk pengangkut Tanda Buah Segar (TBS). Pemerintah Buka Keran Ekspor CPO dan Turunnya, Begini Dampaknya ke Emiten.


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Noverius Laoli

Wafi memperkirakan, harga jual rata-rata CPO untuk sepanjang tahun 2022 berada di RM 5.300 per ton, lebih tinggi dari harga jual rata-rata 2021 yang sebesar RM 5.000 ton.

"Meskipun begitu, kebijakan larangan yang berjalan tidak lama sebenarnya tidak terlalu berpengaruh secara fundamental ke harga," ucap Wafi. Kini, yang menjadi perhatian pelaku pasar adalah stabilitas dari kebijakan pemerintah tersebut.

Baca Juga: Ekspor Minyak Goreng Kembali Dibuka, Ini Penjelasan Jokowi

Terkait dengan sahamnya, Wafi mengunggulkan AALI dan LSIP. AALI dipilih karena memiliki kapitalisasi pasar paling besar serta porsi ekspor yang besar.

Sementara LSIP dipilih karena mempunyai balance sheet paling bersih serta jika laporan keuangan 2021 sesuai prediksi, maka LSIP berpotensi memberikan yield dividen paling tinggi dalam lima tahun terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×