kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.540   10,00   0,06%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Pembelian Inter sisakan catatan miring bagi Rosan


Jumat, 18 Oktober 2013 / 22:35 WIB
ILUSTRASI. Drama Korea Our Blues yang baru tamat dengan 20 episode di Netflix, merupakan drama Korea yang memiliki setting di pedesaan.


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

LONDON. Masuknya Rosan Roeslani sebagai salah satu pemegang saham Inter Milan bersama Erick Thohir dan Handy Soetedjo menyisakan catatan miring bagi komunitas pasar.

Sebagaimana yang ditulis oleh editor ekonomi The Telegraph, Alistair Osborne. Dia menyatakan bahwa mantan CEO Berau Coal dan Direktur Bumi Plc itu pernah diminta pertanggungjawabannya karena telah menghilangkan dana perusahaan sebesar US$ 173 juta.

"Ini tentunya menjadi sesuatu yang mengejutkan, ketika Rosan Roeslani, yang pernah menjabat sebagai Direktur Bumi Plc pernah terlibat dalam penggelapan dana US$ 173 juta. Dan saat ini, dia kembali muncul saat membeli klub Inter Milan," tulis Osborne, pekan ini.

Alistair menyatakan bahwa pada Juni lalu, Roeslani telah menyetujui untuk mengembalikan dana sebesar US$ 173 juta dari total uang yang hilang mencapai US$ 201 juta ketika dia menjabat sebagai CEO Berau. "Hingga saat ini, Bumi Plc masih menunggu datangnya Mr Roeslani dengan membawa uang yang dijanjikan untuk dikembalikan," tulis Osborne.

Sebelumnya, perusahaan tambang Indonesia yang terdaftar di bursa efek London, Bumi Plc telah menandatangani perjanjian dengan mantan Direktur Utama PT Berau Coal Energy Tbk guna mengembalikan sebagian besar  pengeluaran US$ 201 juta yang dinilai tidak memiliki tujuan bisnis yang jelas.

Rosan Roeslani, yang mengundurkan diri sebagai dirut Berau pada Januari tahun ini, telah setuju membayar US$ 173 juta secara tunai serta sejumlah aset kepada Berau dalam waktu 6 bulan terhitung sejak Juni.

Sementara itu, sisa uang yang hilang sebanyak US$ 28 juta, terjadi sebelum Bumi Plc mengakuisisi 85% saham Berau. Hingga saat ini, Kompas.com belum berhasil mengonfirmasi Rosan Roeslani. (Bambang Priyo Jatmiko/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×