kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Pembahasan suku bunga AS bikin kilau emas pudar


Selasa, 23 Agustus 2016 / 08:19 WIB
Pembahasan suku bunga AS bikin kilau emas pudar


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Harga kontrak emas dunia mencatatkan penurunan pada transaksi Senin (21/8) kemarin. Bahkan, harga emas sempat bertengger di posisi terendahnya dalam dua pekan terakhir.

Data CNBC menunjukkan, harga emas di pasar spot tertekan 0,31% menjadi US$ 1.337,06 per troy ounce. Pada transaksi sebelumnya, harga kontrak yang sama sempat berada di level US$ 1.331,35 per troy ounce. Ini merupakan posisi terendah sejak 9 Agustus lalu.

Sedangkan harga kontrak emas untuk pengantaran Desember turun US$ 2,80 atau 0,21% menjadi US$ 1.343,40 per troy ounce. Dan terakhir sempat diperdagangkan dengan penurunan 0,38%.

Tertekannya harga emas disebabkan adanya sejumlah pernyataan dari para petinggi The Federal Reserve terhadap perekonomian AS sehingga mendongkrak ekspektasi bawa bank sentral dapat menaikkan suku bunga acuannya dalam waktu dekat.

Sekadar informasi, orang monor dua The Fed, Stanley Fischer, pada Minggu (20/8) lalu mengatakan bank sentral hampir mencapai target untuk data tenaga kerja dan inflasi 2%.

Selain itu, pekan sebelumnya, Presiden The Fed New York William Dudley juga mengatakan bahwa pasar tenaga kerja AS semakin membaik.

Pergerakan harga emas sangat sensitif dengan kenaikan suku bunga acuan. Sebab, kenaikan suku bunga dapat memperkuat posisi dollar AS.


"Kami menilai, proses pemulihan perekonomian AS berada di jalurnya. Inflasi mulai naik dan angka pengangguran berada di posisi wajar. Sehingga, semua data memperlihatkan bahwa besar kemungkinan the Fed akan menaikkan suku bunganya pada akhir tahun," jelas Dan Smith, analis Oxford Economics.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×