kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Peluang kenaikan IHSG tahun ini diramal tak sefantastis tahun lalu


Rabu, 16 Februari 2011 / 16:25 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Astri Kharina Bangun | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Meski tren kenaikan masih membayangi IHSG tahun ini, namun peningkatannya tak akan sebesar 2010 yang mencapai 46%. Demikian ungkap Direktur PT UOB Kay Hian Securities Stefanus Susanto dalam Workshop bertajuk 2011 Timing Untuk Memobilisasi Dana di Pasar Modal Melalui IPO, Rights Issue, dan Emisi Obligasi di Jakarta, Rabu (16/2).

"Tahun 2011, jika IHSG bisa tumbuh 23% saja tahun ini sudah hebat. Resiko di 2011 lebih berat dibandingkan tahun lalu," kata Stefanus.

Resiko yang dimaksud adalah pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan turun 4,2% pada 2011. Selain itu, inflasi di seluruh dunia juga diperkirakan akan lebih tinggi dari tahun lalu. Kendati demikian, Indonesia masih akan menjadi pilihan investasi bagi investor asing. Pasalnya, carry trade masih berlangsung. Bank sentral Amerika Serikat dan Eropa juga tetap mempertahankan suku bunga di bawah 1%.

Sementara itu, perekonomian Indonesia sendiri diproyeksikan dapat tumbuh sekitar 6,3%-6,4% pada tahun ini. Hal ini memberikan sentimen positif bagi investor. "Likuiditas masih berlimpah. Pasar Indonesia masih seksi di mata asing dana akan terus masuk ke Indonesia," ungkap Stefanus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×