kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,96   1,15   0.15%
  • EMAS928.000 1,42%
  • RD.SAHAM 0.48%
  • RD.CAMPURAN 0.24%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Pelonggaran lockdown berhasil angkat harga tembaga ke level tertinggi dalam 8 minggu


Senin, 11 Mei 2020 / 13:22 WIB
Pelonggaran lockdown berhasil angkat harga tembaga ke level tertinggi dalam 8 minggu
ILUSTRASI. Harga tembaga menguat tajam ke level tertingginya dalam delapan minggu

Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga tembaga berjangka mencapai rekor tertinggi dalam delapan minggu di awal pekan ini setelah munculnya harapan permintaan yang lebih baik untuk komoditas logam industri setelah sejumlah negara mulai mengurangi penguncian yang diberlakukan guna mengekang pandemi virus corona. 

Seperti diketahui, Australia, Prancis, dan Spanyol secara perlahan membuka ekonomi mereka, sementara Inggris, yang kini memiliki jumlah kematian virus corona tertinggi kedua di dunia - memperkenalkan beberapa pembatasan pelonggaran terbatas.

Mengutip Reuters, harga tembaga kontrak tiga bulan di London Metal Exchange (LME) menguat 1,8% menjadi US$ 5.370 per ton. Posisi ini tertinggi sejak 16 Maret. Namun, menjelang siang, penguatan harga tembaga sedikit melemah untuk ke 1,2% ke US$ 5.274 per ton. 

Baca Juga: Kekhawatiran virus corona baru picu harga Brent turun 2,4% dan WTI anjlok 3,3%

Serupa, kontrak tembaga yang paling banyak diperdagangkan di Shanghai Futures Exchange (ShFE) naik 1% menjadi 43.750 yuan atau setara US$ 6.179,20 per ton.

Namun, para analis mengatakan, harga tembaga akan tetap tertekan untuk sisa tahun ini mengingat risiko gelombang kedua infeksi di beberapa negara, termasuk China yang merupakan konsumen komoditas logam industri terbesar di dunia.

"Jika tidak ada tindak lanjut dari pembelian dari Eropa dan Amerika Serikat (AS), itu bisa berarti penurunan dari level ini," kata Malcolm Freeman, seorang direktur di Kingdom Futures.

International Monetary Fund (IMF) juga sudah mengisyaratkan kemungkinan adanya revisi ke bawah untuk proyeksi ekonomi global karena ada peluang memanasnya hubungan dagang antara AS dan China. 

Baca Juga: Harga emas spot perkasa didukung gelombang virus corona baru di China dan Korea

Selain itu, Fitch Solutions melihat potensi surplus tembaga hingga 344.000 ton secara global tahun ini. Sementara di 2021 mendatang, surplus tembaga diprediksi capai 162.000 ton. Hal ini tambah beban tembaga yang di 2019 silam menderita defisit 63.000 ton pada 2019.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×