kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.873   -115,00   -0,64%
  • IDX 6.133   11,10   0,18%
  • KOMPAS100 794   1,20   0,15%
  • LQ45 608   -0,16   -0,03%
  • ISSI 213   1,08   0,51%
  • IDX30 337   -0,43   -0,13%
  • IDXHIDIV20 429   1,92   0,45%
  • IDX80 91   0,14   0,16%
  • IDXV30 116   0,66   0,57%
  • IDXQ30 110   0,16   0,14%

Pelaku pasar khawatir soal holding tambang


Rabu, 15 November 2017 / 22:04 WIB


Reporter: Nisa Dwiresya Putri | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembentukan holding BUMN tambang, mengubah status tiga emiten tambang menjadi anak usaha BUMN. Ketiga perusahaan ini adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA).

Analis Semesta Indovest Aditya Perdana Putra melihat bahwa pelaku pasar masih menyimpan kekhawatiran soal holding BUMN tambang. Kekhawatiran ini ia prediksikan masih akan bertahan sampai aturan tentang pembentukan holding ini terang benderang.

Hal ini tercermin dari harga saham ANTM, PTBA, dan TINS yang turun cukup dalam perdagangan hari ini, Rabu (15/11). Saham ANTM turun 2,94%, saham PTBA turun 4,87%, dan TINS turun 1,10%.

Pemicu kekhawatiran ini memurut Aditya terkait perolehan kontrak baru perusahaan. "Khawatir jika asing masuk, proyek dari pemerintah berkurang. Otomatis pendapatan perusahaan juga akan berkurang.

Sejauh ini, Aditya masih melihat adanya potensi penurunan harga saham hingga Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dari tiga emiten pelat merah tersebut digelar 29 November 2017 nanti. "Ada kemungkinan akan rebound pada pekan depan. Saat ini buy on weakness tiga saham ini," ujar Aditya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×