kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Pelabuhan ekspor batubara akan dibatasi


Senin, 23 September 2013 / 19:04 WIB
ILUSTRASI. Tren bearish melanda seluruh pasar mata uang kripto, ini kata Robert Kiyosaki. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration.


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

BALI. Pemerintah Indonesia berencana membatasi terminal ekspor batubara dalam rangka mengontrol dan mengawasi pengiriman serta meningkatkan pendapatan negara yang diperoleh dari bea keluar ekspor.

"Saat ini batubara bisa diekspor dari setiap titik, yang membuatnya sulit bagi kami untuk mengontrolnya," kata Edi Prasodjo, Direktur Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg di Bali, hari ini, Senin (23/9).

"Kami kembali membahas rencana membatasi pelabuhan ekspor untuk pelabuhan tertentu atau titik pengiriman tertentu untuk menghindari aktivitas ilegal,” katanya

Kebanyakan penambang batubara di Indonesia menggunakan kapal tongkang untuk ekspor batubara. Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia menyebutkan, ada 56 juta metrik ton batu bara per tahun yang tidak bisa diverifikasi, sehingga menimbulkan potensi kerugian negara sebesar Rp 5,5 triliun.

Untuk itu, Prasodjo mengaku, pemerintah harus meningkatkan pengawasan di transportasi dan terminal ekspor batubara.

Selain itu, pemerintah juga sedang mempelajari, apakah kebijakan tersebut termasuk terminal milik swasta. Sebagaimana diketahui, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) memiliki terminal ekspor batubara sendiri.

Tahun ini, Prasodjo memproyeksikan, produksi batubara bisa mencapai 391 juta ton tahun ini, atau naik dari realisasi tahun lalu sebanyak 386.000.000 ton. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×