kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pefindo tarik peringkat KIK EBA milik Garuda Indonesia (GIAA), kenapa?


Selasa, 13 Juli 2021 / 15:14 WIB
ILUSTRASI. Pefindo tarik peringkat KIK EBA milik Garuda Indonesia (GIAA), kenapa?


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menarik peringkat KIK EBA Mandiri GIAA01 Kelas A berdasarkan permintaan PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) selaku pengelola investasi.

"Peringkat terakhir EBA tersebut adalah idBB(sf)(cg) dengan prospek negatif," tulis Pefindo, dalam keterangan resmi, Senin (13/7).

Efek utang dengan peringkat idBB mengindikasikan parameter proteksi yang sedikit lemah dibandingkan efek utang lain.

Baca Juga: SMI masih bahas dana talangan untuk Garuda Indonesia (GIAA)

Selain itu, kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut mudah terpengaruh oleh perkembangan ekonomi, bisnis, dan keuangan sehingga berpotensi tidak mampu memenuhi komitmen.

Suffix (sf) menunjukkan peringkat transaksi keuangan yang terstruktur. Sedangkan suffix (cg) menunjukkan bahwa peringkat mempertimbangkan keamanan dalam bentuk garansi perusahaan.

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), menjual hak atas pendapatan masa depan senilai Rp 2,62 triliun dari rute Jeddah dan Madinah melalui kontrak investasi kolektif (KIK). MMI yang berperan sebagai pengelola investasi dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk sebagai bank kustodian.

Selanjutnya: Garuda Indonesia (GIAA) angkat bicara setelah dijatuhkan denda oleh KPPU

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×