kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pefindo: Saat ini waktu tepat terbitkan obligasi korporasi


Rabu, 16 Oktober 2019 / 20:03 WIB
ILUSTRASI. intan.sari@kontan.co.id-Ekonom Pefindo Fikri C Permana. KONTAN/Intan Sari. Kurva Imbal Hasil US Treasury Terbalik, Ini Dampaknya


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Moody's mengingatkan adanya ancaman resesi global dalam 12-18 bulan ke depan. Kepala Ekonom Moody's Analytics Mark Zandi memprediksi pertumbuhan ekonomi global akan terus melemah.

Untuk terhindar dari perlambatan ekonomi, Zandi menyebut salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah memberikan stimulus moneter melalui bank sentral.

Baca Juga: Lelang SBSN dinilai sukses menambah minat investor

Dalam beberapa waktu terakhir pun, banyak bank sentral memangkas suku bunga acuan. The Fed telah menurunkan suku bunga dua kali, yang juga dilakukan oleh Indonesia.

Sikap dovish berbagai bank sentral serta turunnya yield surat utang membuat Ekonom Pefindo Fikri C Permana berpendapat ini waktu yang tepat bagi perusahaan untuk menerbitkan surat utang.

"Hal tersebut sebagai faktor pendorong penerbitan surat utang khususnya korporasi hingga akhir tahun," kata Fikri kepada Kontan.co.id, Rabu (16/10).

Baca Juga: Waskita Karya (WSKT) Menunda Penerbitan Obligasi Senilai Rp 3,5 Triliun

Meski tak bisa dipungkiri, saat ini masih ada ancaman resesi global. Pasalnya, perekonomian domestik dinilai masih cukup solid.

"Namun pada intinya, tetap kembali pada kebutuhan dan tujuan penerbitan surat utang korporasi. Serta cash flow mereka untuk menunjang pengembalian pendanaan di masa mendatang," jelas Fikri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×