kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45898,78   -24,72   -2.68%
  • EMAS1.319.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pefindo revisi outlook Barito Pacific (BRPT) dari negatif menjadi stabil


Senin, 12 April 2021 / 21:25 WIB
Pefindo revisi outlook Barito Pacific (BRPT) dari negatif menjadi stabil
ILUSTRASI. Pefindo revisi outlook Barito Pacific (BRPT) dari negatif menjadi stabil.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pefindo merevisi outlook Barito Pacific (BRPT) dari negatif menjadi stabil. Revisi ini mencerminkan membaiknya posisi likuiditas BRPT dalam jangka pendek sampai menengah, seiring dengan potensi arus kas masuk berupa dividen dari anak-anak perusahaan di sektor energi dari aset Salak dan Darajat selain aset Wayang Windu yang telah membagikan dividen sejak tahun 2019. 

Aset Salak dan Darajat, anak-anak perusahaan Star Energy, telah menerbitkan obligasi sebesar US$ 1,11 miliar di bulan Oktober 2020 untuk melunasi lebih cepat pinjaman sindikasi yang sebelumnya membatasi distribusi dividen ke BRPT. 

Pada Desember 2020, BRPT menerima pendapatan dividen sebesar US$ 56 juta dari aset Salak dan Darajat dan melunasi US$ 50 juta yang merupakan bagian dari fasilitas pinjaman US$ 200 juta dari Bangkok Bank. 

Kinerja TPIA yang membaik di kuartal keempat tahun 2020 juga diharapkan dapat dipertahankan di kuartal-kuartal selanjutnya sejalan dengan ekspektasi kondisi ekonomi yang lebih baik dibandingkan tahun 2020 dan pemulihan ekonomi di China, yang memperbaiki permintaan produk petrokimia dan kemudian harga jualnya.

Baca Juga: Chandra Asri (TPIA) Beli Kembali Surat Utang Senior Sebesar US$ 13,23 Juta

Obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibanding obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi.

Peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar yang kuat dari segmen operasi utama BRPT di bisnis petrokimia melalui PT Chandra Asri Petrochemical Tbk dan bisnis energi panas bumi melalui Star Energy Group Holdings (SEGH), pembagian dividen yang baik dari anak-anak usaha inti, dan segmen energi panas bumi yang memberikan perlindungan terhadap sensitivitas siklus industri sektor petrokimia. 

Peringkat tersebut dibatasi oleh leverage keuangan yang moderat, akses tidak langsung terhadap arus kas operasional anak perusahaan, dan risiko yang melekat dengan segmen inti operasi Perusahaan.

Peringkat akan dinaikkan jika kinerja BRPT membaik yang tercermin dengan membaiknya profil keuangan secara berkelanjutan, terutama leverage finansial yang tercermin dari membaiknya rasio utang terhadap EBITDA menjadi kurang dari 3,0x sebagai hasil dari upaya penurunan utang dan kemampuan menghasilkan arus kas yang lebih tinggi dari anak-anak perusahan. 

Baca Juga: 19 Miliarder Indonesia masuk daftar orang terkaya dunia versi Forbes, ini daftarnya

Peringkat akan diturunkan jika terdapat penurunan yang berkelanjutan dalam profil keuangan karena selisih yang menipis di bisnis petrokimia dan/atau utang lebih besar dari yang diproyeksikan tanpa diiringi oleh kemampuan menghasilkan arus kas yang lebih kuat.

Peringkat juga bisa berada dalam tekanan jika terdapat penurunan aliran arus kas dari anak-anak perusahaan, yang dapat dipicu oleh pandemi COVID-19 yang terus berlangsung dan menyebabkan pelemahan lebih lanjut di sektor petrokimia, dan/atau bencana alam yang sangat mempengaruhi segmen panas bumi. 

Peringkat juga belum memperhitungkan belanja modal tambahan yang didanai dari utang untuk pembangunan naphtha cracker kedua di bawah TPIA, karena keputusan investasi final belum difinalisasi.

Selanjutnya: Daftar miliarder Indonesia terbaru 2021 dan nilai kekayaannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
EVolution Seminar Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP)

[X]
×