kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Pasokan CPO Januari Turun 17%, Harga Berpotensi Lanjutkan Penguatan


Kamis, 22 Januari 2026 / 12:23 WIB
Pasokan CPO Januari Turun 17%, Harga Berpotensi Lanjutkan Penguatan
ILUSTRASI. Kelapa sawit (KONTAN/Muradi)


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak sawit (CPO) berjangka Malaysia naik untuk sesi ketiga berturut-turut pada hari Kamis (22/1). Harga CPO, berfluktuasi di dekat MYR 4.200 per ton dan mencapai puncak tertinggi dalam tujuh minggu. 

Seperti dikutip Tradingeconomics, Kamis (22/1), penguatan harga minyak nabati di pasar Dalian dan Chicago meningkatkan sentimen, bersamaan dengan spekulasi peningkatan permintaan menjelang Tahun Baru Imlek dan Ramadan pada bulan Februari. 

Kekhawatiran akan pasokan juga meningkatkan permintaan, dengan proyeksi produksi Januari turun 15%–17% karena faktor musiman. 

Di sisi ekspor, surveyor kargo mencatat pengiriman selama 1–20 Januari tumbuh 8,6%–11,4% dari bulan sebelumnya, memperkuat tanda-tanda peningkatan permintaan. 

Sementara itu, risiko pasokan jangka panjang digarisbawahi oleh pengawasan yang lebih ketat terhadap eksploitasi hutan di pemasok utama Indonesia. 

Secara global, sentimen membaik setelah pernyataan Presiden AS Trump meredakan kekhawatiran akan bentrokan perdagangan AS-Eropa. 

Secara terpisah, Dewan Minyak Sawit Malaysia memperkirakan harga akan diperdagangkan antara MYR 4.000 dan 4.300 pada bulan Februari. Kenaikan harga terbatas oleh penguatan ringgit dan pembatalan rencana biodiesel B50 oleh Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×