kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Pasca IPO di BEI, Phapros siap lakukan sejumlah ekspansi bisnis


Jumat, 28 Desember 2018 / 18:05 WIB
Pasca IPO di BEI, Phapros siap lakukan sejumlah ekspansi bisnis
ILUSTRASI. Phapros Kembangkan Alat Kesehatan Scaffold Hydroxyapetite

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Phapros Tbk  siap melakukan ekspansi bisnis pada 2019. Perusahaan yang memiliki kode emiten PEHA ini mengganggarkan belanja modal atau capex pada tahun depan sebesar Rp 350 miliar. 

Salah satu ekspansi yang akan digarap adalah pengembangan bisnis di sektor anorganiknya dengan mengakusisi perushaan farmasi PT Lucas Djaja dan entitas anaknya yang berlokasi di Bandung pada September 2018. Dengan akuisi tersebut, kapasitas produksi yang dimiliki PEHA meningkat.

Direktur Utama PT Phapros Tbk, barokah, Barokah Sri Utami mengatakan, pengembangan bisnis anorganik PEHA dapat meningkatkan kapasitas produksi tahun depan sebesar 4 miliar hingga  5 miliar tablet dibandingkan tahun ini yang sebesar 3 miliar tablet.

Selain itu, Phapros juga berencana memperkuas pasar ekspornya dengan melakukan ekspandi di Myanmar dan Nigeria. Sri Utami bilang, di Myanmar Phapros akan melakukan joint venture. Sementara di Nigeria akan menggandeng mitra lokal untuk mendistribusikan produk antimo.

Eskpansi tersebut diproyeksikan berdampak terhadap pendapatan serta laba PEHA sampai akhir tahun depan. “Tahun depan kami menargetkan pertumbuhan sampai 20%,” ujarnya kepada KONTAN, Kamis (28/12).

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2018, pendapatan Phapros tumbuh 8,8%  dari periode sama tahun 2017 menjadi Rp 697 miliar. Untuk laba bersihnya tumbuh signifikan 33,1% menjadi Rp 96 miliar.

Anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) baru melakukan initial public offering (IPO) pada Rabu (26/12). Adapun total market cap Phapros dalam Idi Bursa Efek Indonesia pada Jumat (28/12) sebesar Rp 2,36 triliun.




TERBARU

Close [X]
×