Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.488
  • SUN95,67 0,14%
  • EMAS659.000 0,00%

Pasar sudah antisipasi bunga The Fed naik

Senin, 19 Maret 2018 / 11:25 WIB

Pasar sudah antisipasi bunga The Fed naik
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil pertemuan The Fed pada pekan ini akan menentukan arah pasar modal global, termasuk Indonesia. The Fed bakal menggelar pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 20-21 Maret. Salah satu agenda yang dinantikan pasar adalah penetapan suku bunga acuan alias Fed Fund Rate.

Pelaku pasar optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound merespons pertemuan The Fed. Di saat yang hampir bersamaan, pada 21-22 Maret, Bank Indonesia dijadwalkan menggelar rapat.


Saat ini, probabilitas kenaikan bunga The Fed sudah di atas 90%. Apalagi, median survei Bloomberg terhadap 93 ekonom menyimpulkan, bunga acuan The Fed bakal naik 25 basis poin jadi 1,5%–1,75%.

"Seharusnya bunga AS Maret sudah mulai naik," ungkap Head of Lots Services Lotus Andalan Sekuritas Krishna Dwi Setiawan. Ini dengan asumsi The Fed akan menaikkan bunga tiga kali tahun ini.

Sejauh ini, pasar sudah mengantisipasi berbagai kemungkinan. Berdasarkan data historikal, tahun lalu ketika bunga The Fed naik sebanyak tiga kali, pasar saham Indonesia positif. Bahkan, IHSG sepanjang tahun lalu tumbuh 20% (lihat Harian KONTAN, Senin 19 Maret 2018).

Saat ini, pasar perlu mencermati respons BI. Analis Semesta Indovest Sekuritas Aditya Perdana Putra belum melihat ada alasan mendesak bagi BI menaikkan BI 7-day repo rate bulan ini.

Ini diukur dari inflasi dua bulan pertama yang masih aman. Pada Januari inflasi 3,25% dan Februari 3,18%.

Meski rupiah melemah, Aditya menilai kurs rupiah sudah priced in dengan rencana kenaikan bunga The Fed. Krishna menilai, posisi rupiah tak mencemaskan selama belum menembus Rp 14.000 per dollar AS. Belum lagi, pemerintah mendorong pertumbuhan kredit. Dua bulan pertama 2018, penyaluran kredit terbilang belum moncer. Oleh karena itu, BI diprediksi akan menahan suku bunga acuan.

Di jangka pendek, kenaikan bunga The Fed akan berefek ke pasar finansial, termasuk rupiah dan saham. Investor sebaiknya melirik saham berkapitalisasi besar dengan valuasi rendah. Aditya memprediksi IHSG pekan ini bergerak di rentang 6.100-6.400.

 

Reporter: Nisa Dwiresya Putri
Editor: Wahyu Rahmawati

Video Pilihan

Tag
TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0005 || diagnostic_api_kanan = 0.0565 || diagnostic_web = 0.6461

Close [X]
×