kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pasar perlu waspadai dampak perang dagang ke depan


Selasa, 19 Juni 2018 / 22:40 WIB
Pasar perlu waspadai dampak perang dagang ke depan
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Maraknya sentimen eksternal yang muncul selama libur lebaran, membuat investor harus lebih waspada terhadap perkembangan pasar ke depan. Termasuk melihat kecenderungan keberpihakan pemerintah Indonesia terhadap, aksi perang dagang yang terjadi antara China dengan Amerika Serikat (AS).

Beberapa sentimen tersebut di antaranya, kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), kembali memanasnya perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS), keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) untuk mencabut stimulus (quantitative easing), serta menanti hasil keputusan rapat Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) pada 22-23 Juni di Wina yang cenderung bakal memangkas produksi minyak.

Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih mengungkapkan, dari banyaknya sentimen negatif global aksi perang dagang China dan AS jadi sentimen yang perlu mendapatkan perhatian lebih. Pasalnya, China merupakan salah satu motor penggerak ekonomi Asia juga dunia.

"Trade war dampaknya akan ke seluruh dunia, sehingga itu akan memperlambat ekonomi dunia. Indonesia pastinya juga akan terdampak," ungkap Lana kepada Kontan, Selasa (19/6).

Keberpihakan pemerintah dalam hal ini perlu menjadi perhatian, begitu juga cara pemerintah memanfaatkan kondisi seperti ini. Sehingga, antisipasi bisa dilakukan jika arah pemerintah dalam menyikapi kondisi perang dagang sudah jelas.

"Kalau sekarang kan belum jelas, lebih banyak ruginya atau untungnya. Tapi, kalau China terdampak, itu akan berpengaruh pada konsumsi batubaranya, sehingga kita sebagai pengimpor batubara juga bisa terkena imbasnya," jelas Lana.

Sebaliknya, menurut Lana, jika pemerintah sigap dalam mengantisipasi dampak perang dagang, maka akan berdampak positif bagi Tanah Air. Jika tidak dilakukan, maka Indonesia bisa kebanjiran ekspor barang-barang dari China dan AS.

"Kalau pemerintah sigap, maka bisa cari peluangnya. Salah satunya mengajak China dan AS untuk investasi di sini, ketimbang hanya jadi penadah barang ekspor," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×