kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45889,80   -6,05   -0.68%
  • EMAS1.327.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pasar Kripto Masih Prospektif, Ini Katalisnya


Selasa, 03 Oktober 2023 / 15:20 WIB
Pasar Kripto Masih Prospektif, Ini Katalisnya
ILUSTRASI. Calon investor mengamati?grafik perdagangan mata uang kripto?di Jakarta, Senin (3/5/2021). (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai transaksi aset kripto dalam tren penurunan dalam tiga tahun terakhir. Meski demikian, prospek ke depan dinilai masih positif.

Berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), transaksi aset kripto hingga Agustus 2023 sebesar Rp 86 triliun. Secara tahunan, nilai transaksi turun dari Rp 249,3 triliun atau sebesar 65,32% YoY.

CEO Tokocrypto Yudhono Rawis mengatakan, pihaknya tetap optimis dengan potensi pasar aset kripto di Indonesia. Pertama, pasar kripto adalah pasar yang dinamis dan terus berkembang, sehingga fluktuasi dalam volume transaksi hal yang wajar dalam industri ini.

Kedua, pihaknya melihat adanya peningkatan minat dari berbagai kalangan, termasuk institusi keuangan, perusahaan besar, dan individu. 

Baca Juga: Upbit Beberkan Peran Teknologi Blockchain Dorong Pertumbuhan Ekonomi Hijau

"Selain itu, teknologi blockchain yang mendasari aset kripto terus berkembang, membuka peluang baru dan meningkatkan kepercayaan dalam ekosistem kripto," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (2/10).

Yudhono juga meyakini, prospek ke depan masih positif didorong pertumbuhan teknologi blockchain. Menurutnya, kehadiran teknologi blockchain akan terus memberikan nilai tambah di berbagai industri.

Lalu, adopsi massa yang mana semakin banyak perusahaan dan institusi yang mulai mengadopsi kripto. Hal ini menciptakan legitimasi yang lebih besar dan memberikan kepercayaan kepada investor dan pengguna baru. Namun, penting untuk diingat bahwa pasar kripto juga memiliki risiko dan perubahan cepat dalam tren pasar dapat terjadi.

"Oleh karena itu, penting bagi investor untuk tetap waspada dan melakukan riset yang cermat sebelum berinvestasi," lanjutnya.

Yudhono menilai, di kuartal IV 2023 dan tahun depan juga terdapat sejumlah sentimen yang dapat mendorong transaksi aset kripto. Terlebih pastinya para pelaku pasar mengantisipasi kenaikan harga Bitcoin.

"Secara historis, Oktober dan November adalah bulan-bulan dengan kinerja tertinggi untuk Bitcoin dan isu Halving bisa mendorong harga BTC lebih tinggi," sebutnya.

Lalu, salah satu sentimen yang paling mungkin untuk mendorong transaksi kripto adalah kepercayaan adanya ETF (exchange-traded fund) kripto yang disetujui oleh SEC AS, seperti ETF Ethereum Futures pertama dari Valkyrie Investments.

ETF kripto dapat meningkatkan aksesibilitas dan likuiditas aset kripto, serta menarik minat investor institusional dan ritel.

Baca Juga: Fenomena Uptober Diprediksi Terjadi Lagi pada Tahun Ini

Adanya inovasi dan integrasi teknologi kripto dengan berbagai sektor, seperti perbankan, e-commerce, gaming, dan lain-lain. Adanya dukungan dari Bursa Kripto di Indonesia bisa mendorong kepercayaan masyarakat.

"Berdasarkan analisis teknikal dan fundamental, beberapa faktor yang dapat mempengaruhi harga aset kripto Bitcoin diyakini di akhir tahun atau awal 2024, dapat mencapai kisaran harga sekitar US$ 35.000 atau Rp 542 juta," imbuhnya.

Perlu diperhatikan juga, pergerakan harga kripto dipengaruhi oleh berbagai faktor dinamis yang sulit diprediksi. Jika tren dan momentum  Uptober ini berlanjut, maka harga aset kripto dapat terus naik hingga akhir tahun, tetapi juga ada kemungkinan koreksi yang disebabkan oleh profit taking atau faktor-faktor lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×