kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Pasar akan maklum jika BI menahan suku bunga


Jumat, 22 September 2017 / 15:49 WIB


Reporter: Chindy Puri | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - Bank Indonesia menggelar rapat dewan gubernur terkait suku bunga acuan BI 7-days reverse repo rate hari ini, Jumat (22/9). Sebelumnya, pada Agustus lalu BI telah menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,5%.

Analis NH Korindo, Raphon Prima memprediksikan adanya sedikit goncangan pada Indeks Harga Saham Gabungna (IHSG) apabila BI mempertahankan suku bunga. Apalagi jika nilai tukar rupiah merespon dengan pelemahan. 

Meski demikian, dia memperkirakan dampaknya tidak seseram pada 2013 ketika The Fed memulai tapering. Sebab, fundamental ekonomi Indonesia dinilai jauh lebih baik.

Menurut Raphon, investor akan memaklumi keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga seiring pernyataan Gubernur The Fed Janet Yellen yang bernada hawkish. Ia menyarankan pelaku pasar sebaiknya fokus menyimak tren inflasi. "Apabila tren inflasi rendah dapat terjaga, peluang Bank Indonesia memangkas suku bunga masih terbuka, meskipun ada tantangan eksternal," jelasnya.

Jika suku bunga acuan dipangkas, Raphon memprediksikan IHSG berpotensi rally. Menurutnya, investor dapat fokus ke sektor berbasis konsumer mengingat tujuan BI memangkas suku bunga untuk memicu pertumbuhan ekonomi. Terutama di sisi konsumsi rumah tangga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×